Sabtu, 09 April 2011

Dilarang Shalat Pada Jam/Waktu Berikut !

Bismillah,

Selama ini kita lebih sering tahu mengenai waktu-waktu sholat (wajib). Namun, tahukah bahwa ada waktu-waktu yg DILARANG untuk sholat?

Pada waktu-waktu tersebut DILARANG untuk melakukan sholat sunnah, karena bukan pahala yg akan anda dapat, melainkan dosa. Perkecualian jika anda mesti mendirikan sholat wajib yg tertunda (baru bangun) atau (dari beberapa pengajian yg pernah saya ikuti) sholat jenazah.

Berikut ini adalah waktu-waktu diharamkannya sholat:

Dari Ibnu Abbas berkata: “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sholat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah Asar hingga matahari terbenam. [HR. Bukhari]
Dari Ibnu Umar berkata: “Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari terbenam”. [HR. Bukhari]

Dari Abu Hurairah bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dua sholat. Beliau melarang sholat sesudah sholat Subuh sampai matahari terbit dan sesudah sholat Asar sampai matahari terbenam. [HR. Bukhari]

Dari Muawiyah ia berkata (kepada suatu kaum): “Sesungguhnya kamu melakukan sholat (dengan salah). Kami telah menemani Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam, kami tidak pernah melihat beliau melakukan sholat itu karena beliau telah melarangnya, yaitu dua rakaat sesudah sholat Asar”. [HR. Bukhari]

Dari Uqbah bin Amir: “Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sholat pada tiga saat: (1) ketika terbit matahari sampai tinggi, (2) ketika hampir Zuhur sampai tergelincir matahari, (3) ketika matahari hampir terbenam.” [HR. Bukhari]

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang sholat pada waktu tengah hari tepat (matahari di atas kepala), sampai tergelincir matahari kecuali pada hari Jumat. [HR. Abu Dawud]

Untuk hadits di atas, yang dimaksud sholat di sini adalah sholat sunat Tahiyatul Masjid, selain sholat ini tetap dilarang melakukan sholat apapun. 

Telah bersabda Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam: “Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya.” [HR. Nasa’i]

Semoga berguna

0 komentar:

Poskan Komentar