Rabu, 16 November 2011

Janin Tidak Berkembang

Tak terasa 3 minggu telah berlalu sejak "Kuretase" yang harus kujalani karena kehamilanku yang memasuki minggu ke 11 divonis dokter sebagai ' Blighted ovum , kehamilan kosong atau janin tidak berkembang.
sedih karena harus merelakan janinku dikuret ... sedang aku tak tahu apa sebabnya karena kehamilanku sebelumnya selalu lancar meski pernah juga mengalami flek-flek di trisemester pertama .....
Apapun itu ... aku harus ikhlas karena semua sudah ditakdirkan oleh Allah azza wa jalla ...

Setelah browsing di internet baru kutahu apa penyebab janinku tak mau berkembang ... semoga berguna untuk semua yang mengalami kehamilan seperti diriku ini.....


Janin Tak Berkembang VS Janin Terganggu

Janin yang tidak berkembang dan janin terganggu merupakan hal yang sering menghantui ibu hamil. Apalagi, kasus janin tak berkembang ini bisa terjadi berulang, lho. Telisik penyebabnya, plus cara penanganan yang tepat.


Detail Janin yang tidak berkembang adalah janin yang tidak tumbuh. Menurut Dr. Arju Anita SpOG, diagnosa janin yang tidak berkembang biasanya pada trimester pertama (di bawah tiga bulan) usia kehamilan. Ada juga yang telah mencapai trimester kedua tetapi biasanya pada trimester pertama sudah terlihat.

“Dengan catatan, jika di tempat yang dikonsultasikan oleh ibu hamil itu memiliki alat USG (Ultrasonografi). Jika tidak ada USG, susah,” ujar spesialis kebidanan dan kandungan dari RS YPK Jakarta ini. Akibatnya, tak jarang dijumpai ibu yang sudah hamil hingga empat atau lima bulan tetapi ternyata sebenarnya janinnya tidak berkembang atau hanya tampak kantongnya saja. Tentu saja, lebih cepat terdeteksi, lebih baik. 

Ada dua jenis janin tidak berkembang, yaitu :
1. Janin yang dari awal tidak tampak.



Hanya ada kantong kehamilan yang bahasa medisnya disebut blighted ovum (kantong kosong). Tidak tampak janin sama sekali, yang ada hanya semacam suatu rongga di dalam rahim. Pada USG akan tampak gambaran hitam, berisi cairan, dan tidak tampak bayangan calon janin sama sekali.

2. Sudah mulai tampak bayangan calon janin.

Gambarannya biasanya pipih dan kecil berada di dalam rahim. Disebut tidak berkembang kalau memang diameter dan panjang janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Biasanya pemeriksaan kehamilan ini dilakukan secara serial, yaitu minimal dua kali dengan jarak dua minggu. Bilamana didapatkan ukuran janin tidak bertambah atau bertambah tetapi sesuai dengan pertambahan usia kehamilan, itu yang disebut dengan janin tidak berkembang.

PENYEBABNYA BERAGAM

Ada beberapa penyebab janin tidak berkembang, antara lain :

1. Genetik


Ini adalah faktor utama. Bukan faktor keturunan, melainkan dari sperma atau sel telur. Dalam hal ini kualitas dan kuantitas sperma serta sel telur tidak baik sehingga saat penyatuan keduanya hasilnya tidak berkembang secara prima.
Menurut Anita, hal ini biasanya mengarah ke blighted ovum. “Yang jelas, kalau bicara tentang blighted ovum, kita bicara juga tentang kualitas dan kuantitas. Faktor ini bisa berulang dan bisa tidak, tergantung ada masalah produksi sperma dan sel telur atau tidak,” ungkapnya. Penyebab kualitas sperma dan sel telur macam-macam, tergantung dari produksi “pabriknya” (sel telur dari indung telur dan sperma dari produksi spermanya).
Jadi, otomatis gangguan dari proses pembentukan itu bisa bermacam-macam dan tidak bisa dipastikan, dari faktor higienis atau infeksi. Bisakah dicegah? “Susah. Karena sel telur dan sperma sudah ada sejak kita di kandungan ibu. Gangguan-gangguan itu muncul begitu kita lahir.”

2. Infeksi TORCH


Infeksi disebabkan oleh toksoplasma, rubella, CMV atau cito megalo virus, herpes simplex I dan simplex II. Dalam hal ini yang dilihat adalah reflek di tubuh kita, yaitu terbentuknya antibodi terhadap kuman dan virus ini. Jika diasumsikan bermasalah harus segera diterapi. Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan sebelum hamil agar tidak mengganggu kondisi si ibu.
Jika sudah hamil sebaiknya dilakukan terapi sepanjang kehamilan. Untuk faktor yang disebabkan infeksi semua terapinya dengan oral atau obat yang diminum.

3. ACA (anticardiolipin) atau pembekuan


Terbentuknya faktor pembekuan yang menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang arahnya ke janin sehingga akhirnya pertumbuhan janin terhenti. Penyebabnya karena faktor imun dimana tergantung pada sensitivitas masing-masing orang. “Semisal, kakak kandung kita memiliki ACA tinggi, walaupun bersaudara belum tentu kita memiliki ACA tinggi. Orang yang tadinya tidak memiliki ACA tinggi, di kemudian hari bisa memiliki ACA tinggi,”.
Jadi, begitu ada kehamilan dia menganggap kehamilan ini musuhnya dan langsung terbentuk pembekuan. Darah membeku dan menyumbat daerah-daerah yang arahnya ke janin. Janin otomatis tidak mendapat suplai baik makanan, minuman, maupun oksigen.

Jika terjadi seperti ini harus segera diterapi, yaitu dengan memberikan obat anti pembekuan darah (bisa berupa obat minum atau suntik, tergantung seberapa berat kasus).
Jika si ibu dikondisikan sudah normal kembali, pada saat hamil pun biasanya dalam pengawasan ketat dan tetap diterapi sampai bayi lahir. Pasalnya, sewaktu-waktu bisa terjadi pembekuan lagi yang mengganggu suplai makanan sehingga mengakibatkan janin tidak berkembang atau pertumbuhan bayi terhambat.

Tidak semua janin dapat berkembang dengan sempurna, ada kalanya terjadi kelainan-kelainan pada janin,

Kelainan-kelainan pada janin


Malformasi atau cacat dapat terjadi melalui tiga cara yaitu:
1. Pengaruh bahan berbahaya dari lingkungan luar selama periode awal perkembangan

2. Penerusan abnormalitas genetik dari induknya.

3.Aberasi kromosom yang terdapat pada salah satu gamet atau yang timbul pada pembelahan pertama.


Kelainan-kelainan pada janin diantaranya adalah :

 Teratoma
 

Teratoma adalah tumor yang mengandung jaringan derivat dua, tiga lapis benih. Terjadi saat janin masih embrio. Terjadinya teratoma adalah karena embrio awal (tingkat clivage, blastula, awal grastula) lepas dari kontrol organizer. Ia seperti tubuh yang kembar tidak seimbang yang satu dapat tumbuh normal yang lain hanya gumpalan jaringan yang tidak utuh atau tidak wajar. Teratoma disebut juga fetus in fetu atau bayi dalam bayi.

Sindrom Down

Sindrom down merupakan kelainan fisik janin dengan ciri ciri yang khas seperti retardasi mental, kelainan jantung bawaan, otot-otot melemah (hypotonia), leukimia, hingga gangguan penglihatan dan pendengaran,. Kelainan ini terjadi karena kelainan pada kromosom yaitu pada kromosom 21. Pada penderita ini memiliki tiga unting kromosom 21 (Corebima, 1997).

Sindrom edward

Adalah kelainan pada janin karena kromosom janin mengalami kelainan. Kelainan ini terjadi karena kromosom 18nya mengalami kelebihan yaitu terdapat tiga untai kromosom 18. ciri kelalaian janin ini adalah retardasi mental berat, gangguan pertumbuhan, ukuran kepala dan pinggul kecil, kelalaian pada tangan dan kaki.

Sindrom patau

Nama lain dari kelalaian janin ini adalah trisomi 13. hal ini karena terjadi kelainan pada kromosom ke13 dari pendeita tersebut, yaitu memiliki tiga untai kromosom 13. Ciri dari kelainan ini adalah bibir sumbing, gangguan berat pada perkembangan otak, jantung, ginjal, tangan dan kaki.biasanya jika gejalanya sangat berat janin akan mati setelah beberapa saat dari kelahiran.

Talasemia

Talasemia adalah salah satu kelainan pada janin. Talasemia ini memiliki ciri dimana tubuh kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga penderita mengalami anemia berat akibatnya harus transfusi darah seumur hidup

Fenilketinoria

Adalah gangguan metabolisme salah satu jenis asam amino pembentuk protein yaitu fenilalanin yang menyebabkan hambatan atau radiasi mental. Kelainan ini jika dideteksi sejak dini dapat diminimalkan dengan cara memberi asupan fenilalanin yang banyak terdapat pada keju, susu, telur, ikan, daging, pemberian obat atau vitamin tertentu.

0 komentar:

Poskan Komentar