Senin, 25 April 2011

Kunci Surga

Bismillahirrahmanirrahiim...

"Kunci Surga adalah kesaksian laa ilaaha illAllahu (tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah)” (HR Ahmad)

Kalimat Tauhid ini tidak hanya sekedar diucapkan tetapi membutuhkanaplikasi nyata dalam kehidupan. Seorang muslim yang bertauhid, dia beribadah hanya kepada Allah dan karena Allah. Menghujam kuat dalam jiwanya sebuah keyakinan bahwa yang berkuasa atas segala sesuatu hanyalah Allah. Dia yakin bahwa yang melapangkan dan menyempitkan adalah Allah. Dia sadar bahwa yang memberi rizki hidup, sehat dan materi hanyalah Allah. Bukan kuburan orang-orang yang dianggap wali, bukan juga orang yang diberi kelebihan diri sehingga dikatakan sakti, juga bukan benda-benda yang dianggap keramat. Dia datang meminta hanya kepada Allah. Oleh karenanya dia pasrahkan segala bentuk amal sholeh yang diridhoi oleh Allah tersebut hanya untukNya dan hanya karenaNya semata.

Rasulullah shollAllahu ‘alaihiwa sallam bersabda‘ "Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang unta atau kuda atau lainnya di jalan Allah, maka ia dipanggil dari pintu-pintu surga ,‘Wahai hamba Allah, pintu ini lebih baik. Barangsiapa rajin sholat,maka ia dipanggil di pintu sholat. Barangsiapa berjihad. Maka ia dipanggildi pintu jihad. Barangsiapa rajin bershodaqoh,maka ia dipanggil di pintu shodaqoh. Dan barangsiapa puasa, maka ia dipanggil di pintu Royyan.


”Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah, apakah setiap orang dipanggil dari pintu-pintu tersebut? Adakah orang dipanggil dari semua pintu tersebut? Rasulullah saw. menjawab,”Ya, dan aku berharap engkau termasuk dari mereka.”
”(HR. Bukhori dan Muslim)

Dan bagi para muslimah, Allah karuniakan keistimewaan, diantaranya diberi kesempatan untuk memasuki Surga tersebut dari kedelapan pintu itu sesuai keinginannya. Inilah bingkisan istimewa untuk muslimah, dimana Allah memberi kunci untuk membuka pintu surga dari mana saja yang ia sukai.

Sebagaimana hadits dari AbuHurairoh rodhiAllahu anhu bahwa Rasulullah shollAllahu ‘alaihi wa sallambersabda, "Apabila seorang wanita menjaga sholatnya yang lima waktu, berpuasa di bulannya (Ramadhan),menjaga kehormatannya dan menta‘ati suaminya niscaya dia akan masuk surga daripintu mana saja yang ia sukai. (HR. Ahmad).

Empat hal yang disampaikan dihadits tersebut kunci untuk bisa memasuki Surga Allah bahkan menjadi kelapanganbagi wanita untuk memilihnya.
  • Yang pertama adalah menjaga sholat. Yang dimaksud disini adalah menjaga waktunya dengan tidak melalaikannya dan mengakhirkan. Berusaha sekuat mungkin untuk menjagakehusyuannya dan memenuhi rukun-rukunnya dengan sebaik-baiknya.
  • Yang kedua menjaga puasa. Maksudnya adalah puasa pada bulan Ramadhan, dengan memenuhi rukun-rukunnya dan berusahamenghindarkan dari hal yang merusak kesempurnaan puasanya.
  • Yang ketiga menjaga kehormatan diri, dengan tidak memperlihatkan aurat kepada laki-laki bukan mahram, tidakbercengkrama dengan bebas bersama laki-laki bukan mahram. Termasuk katagori ini adalah menjaga diri dengan tidak berkhalwat (berdua-duaan) dengan laki-laki bukan mahram dan menjaga diri agar tidak saling bersentuhan. Pada saat seorang muslimah menjaga dirinya, maka Allah akan menjaganya.
  • Yang keempat adalah mentaati suaminya. Inilah lahan besar untuk paramuslimah yang sudah diamanahi seorang suami untuk berkhidmat dan memberikan hak-hak suaminya dengan cara mentaatinya selama ketaatan itu dalam hal yangbaik, bukan kemaksiatan kepada Allah. Baik ketaatan itu untuk mentaati Allah atau sekalipun untuk memenuhi keinginan suami dalam pelayanan fisik dan psikisnya. Karena ketika seorang istri tidak taat pada saat suami meminta pelayanan khusus berupa biologis, sementara suami dalam keadaan marah, maka malaikat melaknatnya.
Marilah kita terus berupaya untuk mencari dan mengamalkan perbuatan yang dapat membuka pintu surga bagi kita, sehingga kita termasuk ke dalam orang-orang yang dirindukan oleh surga Allah SWT. Amin…..

Wassalam...

Tidurlah Dalam Keadaan Suci

Bismillahirramanirrahiim...
 
Diantara yang bisa meningkatkan dan membangkitkan gairah Qiyamul Lail atau tahajud adalah tidur dalam keadaan suci, baik hati maupun tubuhnya. Penyucian hati dilakukan dengan membersihkannya dari sifat dengki, iri hati dan curang pada orang muslim, sedang penyucian tubuh adalah dengan berwudlu.

Rasulullah SAW. menganjurkan kita agar tidur dalam keadaan suci, dan beliau menjelaskan pahala yang besar karena hal tersebut. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

"Sucikanlah tubuh ini maka Allah akan menyucikan kalian. Sesungguhnya tidak ada seorang hamba yang melewati malam dalam keadaan suci kecuali ia akan melewati malam dengan diselimuti oleh para malaikat. ia tidak bergerak sesaat pun di malam itu kecuali mengucapkan:`Ya Allah, ampunilah hamba-MU, sesungguhnya ia melewati malam dalam keadaan suci`" (Riwayat Ath-Thabrani dalam kitab al-Ausath, juga oleh Abu as-Syaikh dari ibn Umar. Al-Haitsumi mengatakan:saya berharap hadits ini sanadnya hasan. Al-Munziri mengatakan:jalan sanadnya bagus. Al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami` menganggap hadits ini hasan, nomor 33831)

Diriwayatkan dari Mu`adz bin Jabal RA, bahwasanya Nabi SAW, bersabda:

" Tidak ada seorang muslim yang melewati malam dengan mengingat Allah dan dalam keadaan suci kemudian terbangun pada malam harinya (dalam keadaan tetap ingat kepada Allah) lalu memohon kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kepada Allah, kecuali ia akan diberi (yang dimintanya)." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasai dalam kitab Amal al-Yum wa al-Lailah, Ahmad dalam kitab Al-Musnad, dan al-Albani mensahihkannya dalam kitab Shahih al-Jami`, nomor 5754)

Al-Manawi rahimahullah mengomentari hadits diatas: Ada dua macam suci dalam tidur, yaitu suci secara zhahir yang dikenal dangan wudhu`, dan suci secara batin yaitu dengan taubat, dan ini lebih kuat daripada suci secara zhahir. Bisa saja seseorang mati pada waktu tidur ketika ia masih berlimang dengan kotoran dosa. Maka hendaknya ia bertaubat dan membersihkan hatinya dari sifat-sifat curang, dengki dan hal-hal yang dibenci oleh muslim (Al-Manawi, Faidh al-Qadir, IV:271)

Diriwayatkan dari al-Barra` bin Azib RA, dalam hadits yang sudah masyhur, bahwasanya Nabi SAW pernah bersabda kepadanya:

"Jika kamu hendak menuju tempat tidurmu, berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat..." (Muttafaq `alaih)
Wassalam

Munajat

Nastaghfirullah min kulli dzambin 'adzim wanatuubu ilaihi taubatan nashuuha,
Ya Allah, kami memohon maghfiroh-Mu atas sebesar apapun dosa-dosa yang kami lakukan dan kami bertaubat atasnya dengan sebenar-benarnya taubat.
Terimakasih Ya Allah...,
Wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Kau berikan kepadaku
Pendamping yang sesuai kriteriaku dan terbaik menurut-Mu
Peliharalah cinta, kasih sayang, ketenangan bathin antara kami
Jadikanlah kami pasangan di dunia dan akhirat....
Ya ilahi berikanlah kepada kami keturunan yang baik
Mereka yang cinta dan ta'at kepada-Mu, Rasul-Mu dan kepada kami
Mereka yang menjadi buah cinta dankasih sayang kami,
Mereka penerus perjuangan dan cita-cita kami
Mereka yang mendo'akan kami
tatkala jasad kami bersatu dengan asalnya
Ya robb....
Jadikan kami hamba yang senantiasa bersyukur
Atas segala karunia yang Kau anugerahkan kepada kami
Jadikan kami hamba yang senantiasa bersabar
Atas segala ujian yang Kau alamatkan kepada kami
Kokohkan iman dan islam dalam hati kami
Sehinga kami terus menikmati saat-saat indah disetiap malam
Dikala Engkau menjenguk kamiDikala Engkau menyapa lara kami
Dikala Engkau menanti do'a kami
Dikala Engkau berjanji akan mengampuni dosa-dosa kami
Wahai Tuhan...
Kami yang hina dan nista ini, Jiwa kami yang berlumuran dosa ini
Datang bermunajat kepada-Mu, Datang mengharap kepadamu
Datang ingin curhat kepada-Mu, Datang ingin berdekatan dengan-Mu
Datang dengan membawa 1001 dosa dan kesalahan
1001 masalah dan problematika hidup
serta 1001 permohonan dan harapan

Obat Itu Bernama : Syukur, Sabar, dan Shalat Malam

Qumillail ya habibati...
Wake up honey...
Bangun sayang...
Udah jam tiga nih...
Ditungguin tuh ama Allah dari tadi,
Mau setoran engga ?.....

Kalimat singkat itu adalah SMS yang dikirimkan Ahmad kepada istri tercintanya hampir setiap dini hari menjelang terbit fajar ketika ia bertugas diluar kota. Ada penyesalan yang mendalam bila kehidupan malam terlewatkan oleh mereka begitu saja tanpa curhat, berkeluh-kesah, bermunajat, mengharap dan memohon kepada Sang Penguasa jagat, Sang Pemberi maaf dan Penerima taubat, kepada Sang Pengasih dan Penyayang. Serasa nikmat bila sedang terjaga dimalam hari tatkala banyak orang tidur dengan lelapnya. Kenikmatan itu mungkin takkan mereka rasakan bila Allah tidak menguji terlebih dahulu dan kemudian Dia selalu menyayangi dan membimbing mereka kejalan-Nya.

Tepat tiga tahun Ahmad menikah dengan istri tercinta. Khairani, yang 'dipacari' hanya dalam tempo dua mingguan yang kemudian dilamar, selang kurang lebih dua bulan tepatnya Sabtu 28 Desember 2002, mereka menikah. Sungguh masa ta'aruf (perkenalan) yang begitu singkat menurut ukuran remaja sekarang. Entah mengapa Ahmad merasa dialah istri yang Allah kirimkan kepadanya, hingga saat perjumpaan pertama sudah ada rasa penasaran dan keyakinan yang mendalam dalam hatinya. Ia sosok yang berbeda, seorang wanita yang sholehah, tegar, dewasa, percaya diri, cerdas, manis, ceria dan 'kekeh' dalam pendirian, tempat curhat teman-temannya, sosok problem solver, sorot matanya yang syahdu menjadikan Ahmad salah tingkah dibuatnya dan yang unik mereka mempunyai kesamaan hobbi yaitu selalu membawa Al-Qur'an kecil dalam tas mereka dan sama-sama menyukai musik kitaro. Ia sosok wanita yang dijumpainya lewat mimpi-mimpi pasca istikhoroh. Hampir 90% kriteria yang Ahmad harapkan dalam munajatnya ada pada dirinya.


Ternyata Allah menguji kesabaran, kasih sayang dan kesetiaan Ahmad dan istrinya secara bertubi-tubi, disaat mereka sedang menikmati indahnya 'berpacaran' pasca nikah, Allah menyapa mereka melalui kesulitan ekonomi, sakit maag, asam lambung tinggi dan sakit di kepala yang diderita istrinya. Gadis blesteran Betawi-Sunda yang besar di kampung orang ini, jantung hati Ahmad dan pendamping hidup yang selama beberapa tahun dikenalnya ini seolah-olah berubah 180° menjadi orang lain dan asing, phsykisnya terganggu. Dia menjadi nerves, mudah labil, sering mengeluh, kekhawatiran yang berlebihan dan ketakutan yang tak beralasan, shalat tidak khusyu'. Menangis adalah solusi yang tercepat yang diambilnya kagak ngurus dimanapun dan kapanpun, pernah sampai beberapa malam tidak bisa tidur, entah pikiran apa yang merasuk dibenak dan perasaannya , dia sendiri bingung untuk mengutarakannya, hingga kurus sekali badannya. Allah menyapa Ahmad dan isterinya dengan ujian agar mereka tetap bersabar;


"Dan sesunguhnya kami akan menguji kalian, sehingga terbukti siapa diantara kalian yang melakukan jihad sebenarnya dan siapa yang sabar. Dan Kami akan menguji sepak terjang kalian." (QS. Muhammad[47] ; 31)


" Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa kaum Mu'min pria dan wanita, yang mengenai dirinya, hartanya dan anaknya, tetapi ia tetap bersabar, ia akan menemui Allah dlam keadaan tiada berdosa" (H.R. Turmudzi)


Subhanallah. .. Allah sangat sayang kepada Ahmad dan istrinya, mereka dibimbing-Nya dan diberi petunjuk agar lebih memahami pesan-pesan- Nya, untuk lebih bersabar dan bersyukur atas ujian tersebut, untuk lebih mendewasakan diri, untuk lebih dekat dalam mengenal dan mencintai-Nya, untuk saling mengenal dan memahami karakter kami yang sesungguhnya, untuk lebih bisa mengambil hikmah dibalik setiap kejadian, untuk lebih gigih dalam bekerja dan berusaha, untuk lebih banyak belajar tentang makna hidup dan kehidupan. Ahmad merasa bersyukur, karena Allah Yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan tergores di dalam hati hamba-hamba- Nya menyapanya dengan ujian. Mari kita perhatikan hadits qudsyi yang diriwayatkan oleh imam Thabrani dari Abu Umamah r.a berikut: Allah berfirman kepada Malaikat-Nya: "Pergilah kepada hamba-Ku. Lalu timpakanlah bermacam-macam ujian kepadanya karena Aku mau mendengar suaranya".


Al-hamdulillah hingga kini Ahmad terus memegang salah satu pesan penuh makna dari KH Imam Badri, mantan Direktur KMI yang kini menjadi salah seorang Pimpinan PM. Gontor, beliau berpesan: "in shobarta 'alal-asyaqqi qoliilan, istamta'ta 'alal-aladzdzi thowiilan" , artinya : "Jika ananda bersabar dengan kesulitan dan kesusahan yang sebentar, maka kamu akan menikmati kelezatan yang panjang".


Di Semarang, Ahmad mendapat nasehat yang sangat berharga dari Eyang Ikhwan, mertua temannya yang sudah dianggap seperti orangtuanya. Beliau berpesan: " Bungah susah ayo podo dilakoni" yang bermakna: "Susah senang mari nikmati dan jalani bersama".


David J. Mahoney, Pendiri Banyan System, Inc.(1983) Perusahaan yang bergerak di bidang system operasi jaringan dalam bidang bisnis dan kini menguasai hamper separuh pasar Amerika Serikat. Ia berkata: " Agar punya pengalaman, anda harus terpentok dulu.. miliki pengalaman. Jika anda bisa bertahan berarti anda diajarkan bagaimana bangkit kembali".


Dalam masa terapi istrinya , Ahmad betul-betul menikmati dan tak henti-hentinya bersyukur atas bimbingan dan pertolongan- Nya, istrinya langsung di bimbing dan dikonseling oleh Allah swt, Dialah Allah, Dzat yang mempertemukan istrinya dengan Ust. Yusuf Mansur, seorang hafidz, penulis, anak muda yang gigih, ulet, futurist, pantang menyerah, dan lebih dewasa ketimbang umurnya, yang mengerti kejiwaan dan dijuluki orang dengan sebutan 'Ustadz spesialis sedekah'.


Dialah Allah SWT, yang mempertemukannya dengan dokter Hari Wibowo, seorang ahli kejiwaan ternama di RS. Honoris Tangerang yang menumbuhkan kembali semangat dan motivasi istrinya . Allah jualah yang mempertemukannya dengan Kyai Sa'adih Al-Batawi, seorang Kyai "sedekah' yang mempunyai majelis dzikir dan balai pengobatan robbani 'ala Ibnu Sina yang 'bebas pulsa' bahkan ia kerap kali memberi ongkos pulang dan uang jajan kepada pasiennya, dengan dialek betawinya yang khas ia selalu menasehati pasiennya agar berserah diri seutuhnya hanya kepada Allah.


"Hasbunallah wani'mal wakieil Ni'mal maula wani'man nashier" ( Makasih Robb, Kau bimbing dan tunjukan kepada kami jalan yang benar).


Suatu malam isteri Ahmad bermimpi saat kerinduan yang sangat akan kehadiran anak titipan Allah dalam kehidupan berumahtangga mereka, saat ia sedang disapa Allah dengan penyakitnya, dalam tidurnya ia kedatangan seorang Kyai berjubah putih dan kepalanya ditutupi lilitan sorban putih, belum pernah ia kenal sebelumnya dengan rambut, kumis dan jenggotnya yang panjang dan putih semua, kulitnya keriput, sorotan matanya tajam bak burung elang, tangannya mengenggam erat sebuah tongkat. Dalam mimpi tersebut istrinya tertegun dengan nasehat Kyai Misterius itu , dengan suaranya yang agak serak sang Kyai berkata : "Qumillail !!!...", sebuah

kalimat perintah yang singkat, padat dan penuh makna. Sang Kyai langsung pergi begitu saja dan spontan sang isteri bangun dari tidurnya, sambil berucap :" subhanallah, walhamdulillah wala ilaha illallahu wallahu akbar,walahawla walaquwwata illa bilahil 'aliyyil'adzhim. .. terima kasih Tuhan Kau tak henti-hentinya membimbingku"


Sedari peristiwa itu mereka kembali menggalakkan tradisi yang dulu hanya dilakoni saat butuh kepada Allah saja, tradisi yang dulu sebenarnya dicanangkan dan diniatkan berdua sebelum menikah yaitu: Qiyaamul-lail, sunnah Nabi Muhammad SAW yang dalam salah satu haditsnya beliau berkata: "Hendaklah kamu melaksanakan shalat malam meskipun hanya satu raka'at". Perintah Allah dalam Al-Qur'an yang diiming-imingi dengan maqomam mahmuda (tempat yang terpuji) sebagai ganjarannya. Tradisi orang-orang sholeh terdahulu yang selalu mengingat Allah dalam kondisi apapun dan bagaimanapun, mereka yang tidak pernah sombong dan senantiasa jauh dari tempat tidur selalu berdo'a , takut kepada Allah dan senantiasa berinfaq serta bersedekah.


Sebuah tradisi yang dilazimkan oleh beberapa orang zaman 'saiki' yang sukses dan diberkahi Allah dalam urusan dunianya. Mereka yang pada siang harinya bagai singa, dan malam bagai para pengibadah yang zuhud. Tradisi yang akan mengharmoniskan hubungan kita dengan Sang Kholiq dan juga sebagai penebus dosa-dosa yang kita lakukan, mencegah diri kita dari perbuatan dosa, dan mengusir bala dan obat bagi penyakit yang ada pada jasmani dan rohani kita. Tradisi yang akan membedakan orang-orang cerdas (alladzina ya'lamun) dan orang-orang yang bodoh (alladzina la ya'lamun). Tradisi yang akan menyebabkan seseorang masuk sorganya Allah dengan selamat, aman, tentram dan damai.


Suatu hari dalam majelis Rasulullah Saw, shahabat RA. Bertanya:

" Ya Rasulullah!! Dosa-dosamu yang lalu dan akan datang telah diampuni oleh Allah, mengapa engkau harus bersusah payah dalam beribadah dan taat kepada Allah hingga tumitmu bengkak dan pecah-pecah? .


Rasulullah saw menjawab:

"Apakah tidak boleh aku bersyukur atas segala karunia yang Allah berikan kepadaku, Dia yang menghidupkanku dari tiada menjadi ada,

Apakah tidak boleh aku bersyukur sementara Allah telah menganugerahkan kepadaku akal, pikiran, pemahaman dan kenabian,

Apakah tidak boleh aku bersyukur kepada Allah yang telah memberikanku taufiq dan bimbingan-Nya untuk selalu taat

Apakah tidak boleh aku bersyukur kepada Allah yang telah menerima taatku dan ibadahku" (Al-hadits)


Demikian Rasulullah SAW, seorang manusia luar biasa yang diberikan tempat terpuji disisi Allah (maqomam mahmuda) sebab akhlak mulianya dan keta'atannya kepada Allah, yang dalam sehari semalam beristighfar minimal 70 kali, sedangkan kita,.... Siapa sih kita , apa sih kita dimata Allah ? Jaminan apa yang bisa kita banggakan ? Bahkan amal-amal kitapun terkadang masih diringi riya. Sungguh merugilah kita yang kehilangan saat-saat Allah menjenguk kita setiap sepertiga malam, saat Allah turun kelangit dunia ini, saat Allah bertutur :


" Siapa yang berdo'a maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta akan Aku beri,

siapa yang mohon ampun atas dosa-dosanya akan aku ampuni"


Oleh itu saudaraku, marilah kita temui Allah setiap malam, kita nikmati indahnya kehidupan malam saat Sang Kholiq menjenguk kita dan menawarkan solusi atas segala problematika hidup kita. Kita jumpai dan ingat Allah saat malam hari maka Allah akan menjumpai dan mengingat kita saat siang hari, kita libatkan dan ingat Allah saat senang kita maka Allah akan mengingat kita saat kesedihan menimpa dengan memberi solusi yang terbaik. Amien...

Cukuplah Engkau, Ya Allah!

{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.} (QS. Ar-Rahman: 29)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!"

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah:"Ya Allah!"

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar.

{Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya.} (QS. Asy-Syura: 19)