Kamis, 07 Juli 2011

Menyambut Bulan Suci Ramadhan

“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)

sedikit coretan buat muslimah

Allah Swt mengutus 124 ribu Nabi dan Rasul tak ada satu orang pun dari kalangan wanita, tapi tak ada seorang nabi pun terkecuali Adam a.s yang lahir MELAINKAN dari rahim wanita, begitu mulianya seorang wanita sehingga dari rahimnya Allah swt hadirkan kekasih-kekasih Allah Swt yang membawa risalah demi mencapai kehidupan yang harmoni didunia dan akhirat.

 Nabi saw bersabda : “ Wahai sekalian wanita, sesungguhnya yang paling baik diantara kalian akan memasuki surga sebelum orang yang paling baik di antara lelaki. Mereka akan mandi, dan memakai minyak wangi dan menyambut suami-suami diatas keledai-keledai merah dan kuning. Bersama mereka anak-anak kecil, mereka seperti batu permata yang berkilau”

Bahkan Rasulullah bersabda : “ Sampaikanlah kepada seluruh wanita yang kamu jumpai, bahwasanya : “Taat kepada suami dengan penuh kesadaran, maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah Swt, tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang mau menjalankannya”

* Seoarang wanita solehah adalah lebih baik dari pada 70 orang wali, seoarang wanita yang jahat lebih buruk dari pada 1.000 orang lelaki yang jahat.

* Isteri yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang maka Allah akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

* Seorang wanita yang menyusui anaknya hingga cukup tempo yaitu 2 ½ tahun, maka malaikat-malaikat di langit akan mengabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

* Sungguh burung-burung diudara , ikan-ikan dan malaikat dilangit meminta keampunan untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya selama ia sentiasa dalam kerelaan suaminya.

* Siapa saja isteri yang meninggal dunia, sedang suaminya ridha terhadap pemerergiannya, maka ia akan masuk syurga.

* Bila seorang suami pulang kerumah dengan perasaan gelisah, dan isterinya menghiburnya maka isterinya akan mendapatkan pahala jihad.

* Bila seorang wanita, mengerjakan dan menjaga solatnya, berpuasa pada bulan ramadhan, menjaga amanah suaminya dan mentaati suaminya, Allah Swt akan memberikan izin padanya untuk memasuki syurga melalui pintu mana saja yang disukainya.

* Bila seorang wanita hamil solat 2 rakaat adalah lebih baik dari pada 80 rakaat wanita yang tidak hamil.

* Bila seorang wanita tidak dapat tidur kerana sakit dan menyusukan anaknya, Allah Swt akan mengampuni seluruh dosa-dosanya dan mendapatkan pahala 12 tahun ibadah.

* Bila seorang wanita menyapu rumahnya dengan berzikir maka Allah Swt akan memberikan pahala meyapu Ka’bah.

* Bila seorang wanita hamil , sehingga dia melahirkan anaknya, Allah Swt akan memberikan pahala sebagaimana ia berpuasa pada siang hari dan solat sepanjang malam.

* Bila seorang wanita meninggal diantara 40 hari setelah melahirkan anaknya, ia mendapatkan pahala syahid.

* Bila seorang anak menangis di malam hari, dan ibunya tidak marah tetapi memmujuknya, ia akan mendapatkan pahala satu tahun Ibadah.

* Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah Swt di akhirat tetapi Allah Swt datang sendiri kepada wanita yang menjaga auratnya, iaitu memakai purdah didunia secara istiqomah. Begitu mudahnya seorang wanita mendapatkan keredhaan Allah Swt mana kala dia taat kepada suaminya , tentunya ketaatan disini dalam batasan-batasan Agama , kerana mana kala seorang suami sudah melanggar apa yang digariskan agama maka tidak ada lagi ketaatan bagi seorang wanita. Kerana “Tidak ada ketaatan kepada mahluk dalam mendurhakai AL-Khalik”

Sebagaimana kisah Asiah istri Fir’aun. Di tengah-tengah kaum yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, ia tetap berpegang teguh kepada Allah Swt, walaupun untuk menjaga keimanan tersebut , ia harus menerima kematian ditangan suaminya sendiri, iaitu Fir’aun la’natullahu ‘alaihi. Rasulullah saw bersabda bahawa wanita yang terbaik dan paling sempurna adalah Asiah isteri Fir’aun dan Maryam.

Syekh Ibarahim Ali mengatakan seorang wanita jika sudah dominan dalam kehidupan lelaki, maka ia akan menjadi buah hati dan ruhnya. Bahkan akan menjadi segenap badan dan perasaan lelaki. Semua tindakan kebaikan atau kejahatan yang dilakukan oleh seorang laki, kerana dorongan wanita. Fikiran dan amal para wanita muslimah akan ikut serta berhembus dengan angin, mengalir dengan air, menyatu dengan tanah, tanpa memerlukan kenderaan untuk membawanya, tanpa memerlukan tenaga untuk mengangkutnya. Kebaikan yang akan merebak atau kejahatan.. Semua tergantung kepada amalan para wanita.

Dalam buku Ya binti waya ibnii , Ali Atthonthowi menulis :

“Wahai puteriku, pintu kebaikan ada di hadapanmu. Kunci pintu itu ada ditanganmu. Jika engkau meyakininya dan engkau berusaha memasuki pintu itu, maka keadaan akan berubah dan menjadi baik. Engkau benar puteriku, bahawa kaum pemuda lah yang pertama melangkah menempuh jalan dosa, bukan wanita, tetapi ingat, bahawa tanpa kerelaanmu dan tanpa kelunakan sikapmu, mereka tidak akan berkeras melangkah maju”

Sekarang sudah jelas dengan apa dan bagaimana seharusnya kita bersikap, wanita akan mejadi baik ketika para pemuda dapat mengarahkan wanita kearah kebaikan, selama dari pihak pemuda tidak mempunyai keinginan kearah tersebut maka segala bentuk perbaikan akan sia-sia…

SIAPA YANG AKAN MENYOLATKAN JENAZAHMU KELAK?

Saudaraku, Siapa yang akan menyolatkan jenazahmu kelak? Apakah engkau sudah memilih orang-orang yang akan berdiri mengisi shaf-shaf di belakang jenazahmu, untuk menyolatkanmu? Pertanyaan yang mungkin terdengar aneh dan membingungkan. Apa mungkin kita memilih itu? Apakah kita pantas untuk memilih orang yang akan menyolatkan kita?Jangan gusar saudaraku, sabar.. buka hatimu sebelum membuka mata dan telingamu! Sudah menjadi kebiasaan, bahwasanya yang akan menyolatkan jenazahmu adalah orang-orang yang engkau cintai dan teman-temanmu, bukankah begitu?Sekarang cobalah lihat orang-orang di sekelilingmu, lihatlah teman-teman dekatmu, siapa di antara mereka yang pantas untuk menyolatkanmu apakah si A atau si B, apakah dia memang pantas menyolatkanmu?

Saudaraku,Janganlah menutup mata dari realita yang ada dan jangan sumbat telingamu dari nasehat yang berharga. Bisa jadi kenyataan yang ada memang pahit dan nasehat yang akan engkau dengar menyakitkan. Lapangkanlah dadamu semoga Allah Ta’ala memberkahimu.

Saudaraku, kita harus menelan pahitnya permasalahan ini. Karena itu lebih baik dari kita menelan akibatnya di hari kiamat, di mana tak mungkin lagi mengulangi kehidupan di dunia.

Saudaraku,
-          Siapa yang akan memandikanmu?
-          Siapa yang akan mengafankanmu?
-          Siapa yang akan mengangkat kerandamu?
-          Siapa yang akan menyolatkanmu?
-          Siapa yang akan meletakkanmu di liang lahad?
-          Siapa yang akan mendo’akanmu?
-          Siapa yang akan berdiri di sisi kuburanmu, berdo’a untukmu agar Allah meneguhkanmu ketika malaikat menanyamu?

Jawablah saudaraku!
Siapa yang akan menangisimu?
-          Apakah orang yang tidak mau tunduk dan sholat kepada Robbnya itu?
-          Ataukah orang yang meninggalkan puasa dan zakat ini?
-          Ataukah orang yang membiarkan istri dan anak perempuannya bebas berkeliaran di jalanan dan tempat hiburan dengan penampilan yang buruk dan pakaian yang hampir telanjang? Orang yang rela dirinya menjadi seorang Dayyuts?
-          Ataukah orang yang bergelimang maksiat dan dosa besar?
-          Ataukah orang yang tidak memalingkan pandangannya dari wanita bukan mahrom, memandangnya seakan-akan menelanjanginya dengan matanya?

Saudaraku, siapa orang yang engkau inginkan menangisi kematianmu?
-          Apakah temanmu yang mengajakmu ke tempat-tempat minuman keras, ataukah orang yang mengajakmu ke majlis-majlis ilmu?
-          Atau orang yang kalau berbicara, tema pembicaraannya denganmu adalah berita-berita artis, bintang film, penari dan penyanyi, serta menyampaikan kepadamu berita-berita cabul dan keji, ataukah orang yang kalau berbicara kepadamu mengatakan,; Allah berfirman  .. Rasulullah bersabda?
-          Atau orang yang mengajakmu ke tempat hiburan, pantai, sinema dan menghabiskan waktu dengan menonton televisi serta perlombaan-perlombaan ataukah yang mengajakmu ke taman-taman surga?
-          Apakah orang yang mengajak atau  bersamamu jalan2, main catur ataukah orang yang membukakan untukmu lembaran-lembaran Mushaf Al Qur’an?

Saudaraku, Siapa teman dekat dan sahabat akrabmu? Kami bantu engkau untuk memilih sahabat atau teman yang akan menyolatkan jenazahmu esok.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

(( لاتصحب إلا مؤمناً ولا يأكل طعامك إلا تقي))

“Janganlah bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan janganlah memakan makananmu kecuali seorang yang bertakwa”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al Hakim, dihasankan oleh Al Albany, Shohih Al Jami’ no. 7341)

Beliau shollallahu ‘alaihi wasallama juga bersabda,

(( مثل الجليس الصالح والجليس السوء كمثل صاحب المسك وكير الحداد ، لايعدمك من صاحب المسك أن تشتريه أو تجد ريحه ، وكير الحداد يحرق بدنك أو ثوبك أو تجد منه  ريحاً خبيثاً))

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk itu laksana berteman dengan penjual minyak wanig dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi engkau bisa membeli darinya atau setidaknya mendapatkan aromanya. Sedangkan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu atau engkau mendapatkan darinya bau yang tidak sedap”. (HR. Bukhari)

Coba engkau renungkan buah dari persahabatan yang baik dengan orang yang baik di dunia sebelum manfaatnya di akhirat!

Rasul kita shollallahu ‘alaihi wasallama mengisahkan,  ada tiga orang dari umat sebelum kalian yang melakukan perjalanan, sehingga mereka terpaksa bermalam di sebuah go’a, tatkala mereka telah memasukinya bebatuan dari atas gunung berjatuhan sehingga menutupi pintu gua. Mereka berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada yang akan menyelamatkan kalian dari gua ini kecuali setiap kalian berdo’a kepada Allah dengan amal sholehnya’.

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama menyebutkan di dalam kisah tersebut, bahwasanya orang yang pertama berdo’a dengan amal sholehnya maka terbukalah sedikit pintu gua yang tertutup bebatuan yang longsor itu, akan tetapi mereka belum bisa keluar.

Dan yang kedua berdo’a dengan amal sholehnya, lalu batu yang menutup pintu goa bertambah terbuka namun mereka belum juga bisa keluar darinya.Dan yang ketiga juga berdo’a dengan amal sholeh maka terbukalah pintu gua tersebut dan merekapun keluar. (kisah ini diriwayatkan oleh Bukhari)Perhatikan bagaimana persahabatan ini bermanfaat sehingga Allah Ta’ala mengeluarkan semuanya dengan selamat.Bayangkan saudaraku, Kalaulah salah seorang dari mereka tidak memiliki kesalehan, niscaya mereka tidak dapat keluar, bahkan bisa jadi semuanya mati, akibat siapa? Akibat maksiat yang seorang itu.

Rasululllah shollallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

(( مامن رجل مسلم يموت فيقوم على نجازته اربعون رجلاً لايشركون بالله شيئاًإلا شفعهم الله فيه ))

“Tidaklah seorang muslim wafat, lalu berdiri menyolatkan jenazahnya empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun melainkan Allah jadikan mereka sebagai syafa’at baginya”. (HR. Muslim)

Ini mencakup dua perkara :

Pertama : mereka menjadi syafaat baginya maksudnya tulus berdo’a untuknya memohonkan ampuntan untuknya.Kedua : mereka adalah orang-orang yang beriman; akidah mereka bersih dari syirik kecil apalagi yang besar.Saudaraku, kesempatan masih terbentang di hadapanmu.Tidakkah engkau melihat jenazah dan orang-orang yang berjalan mengiringi di belakangnya, keadaan mereka sama seperti keadaan si mayit. Bukan itu kenyataan yang ada?

Bahkan engkau lihat, orang yang mengantar jenazahmu ini bisa jadi tidak ikut menyolatkanmu, akan tetapi ia menunggu di luar mesjid. Apabila orang selesai menyolatkanmu dia ikut mengangkatmu untuk memasukkanmu ke liang lahad. Bukankah ini realita yang memedihkan yang kita saksikan? Bahkan mungkin engkau sendiri tidak menyolatkan jenazah salah seorang temanmu yang engkau antar.

Mungkin engkau akan mengatakan, lantas apa yang harus aku lakukan? Apa jalan yang harus aku tempuh?

Simaklah kisah berikut ini, yang dikisahkan oleh Nabi kita shollallahu ‘alaihi wasallama, “Dahulu pada masa orang-orang sebelum kalian ada seseorang yang telah membunuh Sembilan puluh sembilah jiwa. Lalu ia bertanya siapa orang yang paling berilmu. Maka ditunjukanlah kepadanya seorang rahib. Ia pun pergi mendatanginya. Ia berkata kepada rabib tersebut, ‘Sesungguhnya aku telah membunuh Sembilan puluh Sembilan jiwa, apakah masih ada taubat untukku? Rahib berkata, ‘Tidak’. Maka ia membunuhnya, genaplah seratus orang dibunuhnya. Kemudian ia menanyakan lagi tentang orang yang paling berilmu (tempatnya bertanya). Ditunjukkanlah kepadanya seorang ‘alim (yang berilmu). Ia mendatanginya dan berkata, ‘Aku telah membunuh seratus orang, apakah masih ada taubat untukku? Ahli ilmu itu menjawab, ‘Ya, siapa yang akan menghalangi antara engkau dengan  taubat?! Pergilah ke negeri ini dan ini, sesungguhnya di sana ada orang-orang yang mengibadati Allah, ibadatilah Allah bersama mereka jangan pulang ke kampungmu, sesungguhnya kampungmu itu tempat yang buruk’.

Berangkatlah ia sehingga di pertengahan jalan, Malaikat Maut mendatanginnya, maka malaikat rahmat dan malaikat azab saling berebut untuk membawa ruhnya. Malaikat rahmat berkata, ‘Ia datang kepada kami dengan bertaubat, menghadap Allah dengan hatinya’. Dan malaikat azab berkata, ‘Dia belum melakukan amal kebaikan sama sekalipun’. Maka Allah mengutus seorang malaikat kepada mereka. Dan memerintahkan kedua malaikat itu mengukur jarak antara ke dua tempat tersebut. Ketempat mana jaraknya yang terdekat denganya maka orang itu untuknya. Maka mereka mengukurnya, mereka mendapatkannya lebih dekat ke negeri yang ditujunya, maka malaikat rahmat membawanya”.

Dalam riwayat lain, “Maka Allah mewahyukan kepada bumi yang ditinggalkannya untuk menjauh dan bumi yang akan ditujunya untuk mendekat”. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Baihaqy dan  Ibnu Majah)

Saudaraku, inilah berkah keta’atan, berkah bersegera bertaubat.

Dari kisah ini kita petik pelajaran berharga, bahwasanya disukai bagi seorang yang bertaubat meninggalkan tempat-tempat dia dulu melakukan perbuatan dosa, dan teman-teman yang dulu membantunya berbuat maksiat, serta memutus persahabatan dengan mereka selama mereka tidak berobah masih bergelimang lumpur maksiat. Dan hendaklah ia menggantikan mereka dengan berteman dengan orang-orang yang baik dan sholeh, serta ahli ilmu dan ibadah, dan orang-orang yang bisa dijadikan teladan serta berteman dengan mereka mendatangkan manfaat dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala memrintahkan kita bertaubat dan kembali kepadaNya,

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأنهار ﴾ [اتحريم:8].

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuhah, mudah-mudahan Robb kamu mengampuni dosa-dosa kamu dan memasukkan kamu ke dalam surge-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”.

Dari sekarang saudaraku, jangan tutup halaman ini kecuali engkau telah menutup lembahan-lembaran masa lalumu. Untuk membuka lembaran-lembaran baru yang putih bersih ..awal jalanmu menuju Allah, jalan menuju ridhoNya, jalan menuju Daarus Salam.

﴿ وَاللّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلاَمِ وَيَهْدِي مَن يَشَاء إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴾ [يونس : 25]

Artinya, “Dan Allah menyerumu kepada Daarus Salam dan menunjuki orang-orang yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus”.

Ya Allah, tunjukilah kami kepada jalanMu yang lurus, dan kumpulkanlah kami kelak di hari kiamat bersama para nabi, orang-orangh yang shiddiq, orang-orang yang mati syahir dan orang-orang yang sholeh, merekalah sebaik-sebaik teman, Allahumma Aamiin.

Muslimah...



Ia tidak harus berbalut sutera untuk terlihat menawan,,,
Ketika busana panjang tanpa pita2 pun mampu menembus kabut pesona zaman,
Ia tidak harus mendongakkan kepala untuk menyirat kehormatan..
Ketika tunduknya hati dan pandangan menempatkan diri pada kemuliaan..
Ia tidak harus berhiaskan intan berlian untuk meraih keanggunan..
Ketika cahaya kesabaran akan meluruhkan kilaunya butiran tasbih mulia menghitung akhlaknya..
Titian menuju Ridha MU memang tidak dihiasi mawar melati dan sedap malam sekali-kali masih tercium harumnya, karena mungkin masih ada terjaga prilaku dan lisannya,,
Perjalanan menuju MU sangat panjang dan meletihkan,,
hanya mendung dan pelangi,,
hanya gelap dan terang,,
saling berganti menyapa,,
Ya Rabb…
Tanpa keridhan Mu, bisakah sedekah, shalat, dan sujud mengantar diri ke ujung pengembaraan pada MU??…

Do'a hari ini


Ya ALLAH..
Seiring berjalannya sang waktu..
Jadikanlah kehidupan hamba sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal sholeh..
Jadikanlah hamba buah tutur yang baik bagi orang-orang di sekeliling hamba..
Anugerahkanlah kepada hamba karunia-MU..
Luaskanlah rizqi hamba yang baik dan halal..
Baguskanlah agama, dunia dan akhirat hamba..

Ya ALLAH..
Jangan biarkan hamba terpuruk dan terhina dalam dosa dan maksiat..
Peliharalah daging dan kulit hamba dari siksa kubur dan neraka..
Jangan Engkau hinakan hamba di akhirat-MU nanti..
Wafatkan hamba dalam iman dan Islam secara sempurna dalam keridhoan-MU..
Wafatkan hamba dalam keadaan husnul khotimah..
Masukkanlah hamba ke dalam surga-MU dengan rahmat-MU ketika hamba kembali kepada-MU..

Amin...