Jumat, 08 Juli 2011

SEJARAH APRIL MOP

Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Jadi, perhatikan sekeliling kita, anak kita, atau kita sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari.

~ Kisah Tujuh Malaikat Penjaga Pintu-Pintu Langit ~

Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi . Di setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu .

Ibnu Mubarak mengatakan bahwa Khalid bin Ma’an berkata sahabat Mu’adz bin Jabal Radhiallahu anhu ,” Ceritakanlah satu hadits yang kau dengar dari Rasulullah SAW ,
yang kau menghafalnya dan setiap hari kau mengingatnya lantaran saking keras , halus ,dan dalamnya makna yang menurut pendapatmu paling penting ? “ Mu’adz menjawab ,” Baiklah , akan kuceritakan . “ Sesaat kemudian , ia pun menangis hingga lama sekali , lalu ia bertutur , “ Hmmm , sungguh kangennya hati ini kepada Rasulullah SAW , ingin rasanya segera bersua dengan beliau .

Ia melanjutkan ,” Suatu saat aku menghadap Rasulullah SAW . Beliau menunggangi seekor unta dan menyuruhku naik di belakangnya , maka berangkatlah kami dengan unta tersebut . Kemudian beliau menengadahkan wajahnya ke langit dan berdo’a ,” Puji syukur ke hadirat Allah , Yang Maha Berkehendak kepada makhluk-Nya menurut kehendak-Nya.

Kemudian beliau SAW berkata ,” Sekarang aku akan mengisahkan satu cerita kepadamu yang apabila engkau hafalkan , akan berguna bagimu , tapi kalau engkau sepelekan , engkau tidak mempunyai hujjah kelak di hadapan Allah SWT .”

“ Hai , Mu’adz ! Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi . Pada setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu , dan tiap-tiap pintu itu dijaga oleh malaikat penjaga pintu sesuai kadar pintu dan keagungannya .

Maka , malaikat hafazhah ( malaikat yang memelihara dan mencatat amal seseorang ) naik ke langit dengan membawa amal seseorang yang cahayanya bersinar-sinar bagaikan cahaya matahari . Ia , yang menganggap amal orang tersebut itu banyak , memuji amal-amal orang itu . Tapi sampai di pintu langit pertama , berkata malaikat penjaga pintu langit itu kepada malaikat hafazhah ,” Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya , aku ini penjaga tukang pengumpat , aku diperintahkan untuk tidak menerima masuk tukang mengumpat orang . Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit berikutnya .
Keesokan harinya , ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit dengan membawa amal sholeh seorang lainnya yang cahayanya berkilauan . Ia juga memujinya lantaran begitu banyaknya amal tersebut . Namun malaikat di langit kedua mengatakan ,” Berhentilah , dan Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya , sebab dengan amalnya itu , dia mengharap keduniaan . Allah memerintahkanku untuk menahan amal seperti ini , jangan sampai lewat hingga langit berikutnya .Maka seluruh malaikat pun melaknat orang tersebut sampai sore hari .

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit dengan membawa amal hamba Allah yang sangat memuaskan , dipenuhi amal sedekah , puasa , dan bermacam-macam kebaikan yang oleh malaikat hafazhah dianggap demekian banyak dan terpuji .Namun saat sampai di langit ketiga , berkata malaikat penjaga orang sombong . Allah memerintahku untuk tidak menerima orang sombong masuk . Jangan sampai amal ini melewati untuk mencapai langit berikutnya . Salahnya sendiri ia menyombongkan dirinya di tengah-tengah orang lain .

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit keempat , membawa amal seorang yang bersinar bagaikan bintang yang paling besar , suaranya bergemuruh , penuh dengan tasbih , puasa , shalat ,naik haji dan umrah . Tapi ketika sampai ke langit keempat , malaikat penjaga pintu langit keempat mengatakan kepada malaikat hafazhah ," Berhentilah , jangan lanjutkan , Tamparkanlah amal itu ke wajah pemiliknya , aku ini penjaga orang-orang yang suka ujub ( membangga-banggakan diri ). Aku diperintahkan untuk tidak menerima masuk amal tukang ujub . Jangan sampai amal itu melewatiku untuk mencapai langit yang berikutnya, sebab ia , kalau beramal selalu ujub .

Kemudian naik lagi malaikat hafazhah ke langit kelima , membawa amal hamba yang diarak bagaikan pengantin wanita diiring kepada suaminya , amal yang begitu bagus , seperti amal jihad , ibadah haji , ibadah umrah . Cahaya amal itu bagaikan matahari . Namun , begitu sampai di langit kelima , " Aku ini penjaga sifat hasud ( dengki , iri hati) . Pemilik amal ini , yang amalnya sedemikian bagus , suka hasud kepada orang lain atas kenikmatan yang Allah berikan kepadanya . Sungguh ia benci kepada apa yang diridhai Allah SWT . Saya diperintahkan agar tidak membiarkan amal seperti orang ini untuk melewati pintuku menuju pintu selanjutnya .

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik dengan membawa amal lain berupa wudhu yang sempurna , shalat yang banyak , puasa , haji dan umrah . Tapi saat ia sampai di langit keenam malaikat penjaga pintu ini mengatakan , " Aku ini malaikat penjaga rahmat . Amal yang seolah-olah bagus ini . Tamparkanlah ke wajah pemiliknya . Salah sendiri ia tidak pernah mengasihi orang lain . Apabila ada orang lain yang mendapat musibah , ia merasa senang , tidak menghiraukan , apalagi membantu . Aku diperintahkan agar amal seperti ini tidak melewatiku hingga dapat sampai langit berikutnya .

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik ke langit ketujuh dengan membawa amal hamba berupa bermacam-macam sedekah , puasa , shalat , jihad dan kewara'an . Suaranya pun bergemuruh bagaikan geledek . Cahaya bagaikan kilat . Namun tatkala sampai dilangit ketujuh , malaikat penjaga langit ketujuh mengatakan ," Aku ini penjaga sum'at ( ingin terkenal ) . Sesungguhnya orang ini ingin dikenl dalam kumpulan – kumpulan , selain ingin terlihat lebih unggul disaat berkumpul , dan ingin mendapat pengaruh dari para pemimpin . Allah memerintahku agar amalnya itu tidak sampai melewatiku . Setiap amal yang tidak bersih karena Allah , itulah yang disebut riya' . Allah tak akan menerima amal orang-orang yang riya' .

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik membawa amal seorang hamba , shalat , zakat , puasa , haji , umrah , akhlak yang baik , tidak banyak bicara , pendiam , banyak dzikir kepada Allah . Amalnya itu diiringi malaikat hingga langit ketujuh , bahkan sampai menerobos memasuki hijab-hijab dan sampailah ke hadirat Allah . Para malaikat berdiri di hadrat Allah . Semua menyaksikan bahwa amal ini adalah amal yang sholeh dan ikhlas karena Allah SWT . Namun Allah berfirman ," Kalian adalah hafazhah , pencatat amal-amal hamba-Ku . Sedangkan Aku-lah yang mengintip hatinya . Amal ini tidak karena-Ku . Yang dimaksud oleh pemiliknya amal ini bukanlah Aku . Amal ini tidak diikhlaskan demi Aku . Aku lebih mengetahui dari kalian apa yang dimaksud olehnya dengan amalan itu . Aku laknat dia , karena menipu orang lain , dan juga menipu kalian ( para malaikat hafazhah ) . Tapi Aku tak akan tertipu olehnya .

Aku ini Yang Paling Tahu akan hal Tahu akan hal-hal yang ghaib . Akulah yang melihat isi hatinya , dan tidak akan samara kepada-Ku setiap apapun yang samara . Tidak akan tersembunyi bagi-Ku setiap apapun . Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku akan apa yang akan terjadi . Pengetahuan-Ku atas apa yang telah lewat sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang akan datang . Pengetahuan-Ku kepada orang-orang terdahuluku sebagaimana pengetahuan-Ku kepada orang-orang kemudian . Aku lebih tahu atas apa pun yang lebih samara daripada rahasia . Bagaimana bisa amal hamba-Ku menipu-Ku . Dia bisa menipu makhluk-makhluk , yang tidak tahu , sedangkan Aku ini Yang Mengetahui hal-hal yang ghaib . Laknat-Ku tetap kepadanya . Tujuh malaikat hafazhah yang ada pada saat itu dan 3.000 malaikat lain yang mengiringinya menimpali ," Wahai Tuhan kami , dengan demekian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami kepaada-Nya . Maka , semua yang ada di langit pun mengatakan ," Tetaplah laknat Allah dan laknat mereka yang melaknat kepadanya .

Mu'adz pun kemudian menangis terisak-isak dan berkata ," Ya Rasulullah , bagaimana bisa aku selamat dari apa yang baru engkau ceritakan itu ?" . Rasulullah SAW menjawab ," Wahai Mu'adz , ikutilah nabimu dalam hal keyakinan " . Mu'adz berkata ," Wahai Tuan , engkau adalah Rasulullah . Sedangkan aku ini hanya Mu'adz bin Jabal , bagaimana aku dapat selamat dan terlepas dari bahaya tersebut ?" . Rasulullah bersabda ," Seandainya dalam amalmu ada kelengahan , tahanlah mulutmu , jangan sampai menjelek-jelekkan orang lain , dan saudara-saudaaramu sesame ulama . Apabila engkau hendak menjelek-jelekkaan orang lain , ingatlah pada dirimu sendiri . Sebagaimana engkau tahu , dirimu pun penuh dengan aib . Jangan membersihkan dirimu dengan menjelek-jelekkan orang lain . Jangan mengangkat diri sendiri dengan menekan orang lain . Jangan riya' dengan amalmu agar diketahui orang lain . Jangan termasuk golongan orang yang mementingkan dunia dengan melupakan akhirat . Kamu jangan berbisik-bisik dengan seseorang padahal disebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik .Jangan takabur kepada orang lain , nanti akan luput bagimu kebaikan dunia dan akhirat . Jangan berkata kasar dalam suatu majelis dengan maksud supaya orang-orang takut akan keburukan akhlakmu itu . Jangan mengukit-ukit apabila berbuat kebaikan . Jangan merobek-robek ( pribadi ) orang lain dengan mulutmu , kelak kamu akan dirobek-robek oleh anjing-anjing neraka jahannam , sebagaimana firman Allah , " Wannaasyithaati nasythaa " ( Di neraka itu ada anjing-anjing perobek badan-badan manusia yang mengoyak-ngoyak daging dari tulangnya ) .

Aku ( Mu'adz ) berkata ," Ya Rasulullah , siapa yang akan kuat menanggung penderitaan semacam ini " . Jawab Rasulullah SAW ," Wahai Mu'adz , yang kuceritakan tadi akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allat SWT . Cukup untuk mendapatkan semua itu , engkau menyayangi orang lain sebagaimana engkau menyayangi dirimu sendiri ,dan membenci sesuatu terjadi kepada orang lain , apa-apa yang engkau benci bila sesuatu itu terjadi kepadamu.
Apabila bisa seperti itu , engkau akan selamat , terhindar dari penderitaan itu terjadi kepadamu .

Khalid Ma'dan ( yang meriwayatkan hadist itu dari Mu'adz ) mengatakan ," Mu'adz sering membaca hadist ini sebagaimana seringnya ia membaca A-Qur'an , mempelajari hadits ini sebagaimana ia mempelajari Al-Qur'an dalam majelisnya.

Moga kita semua dapat mengambil mutiara ilmu dari cerita ini , berusaha dan berdoa supaya amal kita jangan tertolak dengan menghindari dari berbagai sebab amal itu tertolak …. Aamin Allahumma aamiin .

Barakallahufiikum.
Salam ukhuwahfillah.

WANITA (DIALOG ALLAH DENGAN MALAIKAT)

Ketika ALLAH menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam. Malaikat datang dan bertanya,

Malaikat : “Mengapa begitu lama, Tuhan?”

Tuhan : “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?Dua tangan ini harus bisa dibereskan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…., dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini.”

Malaikat pun takjub.

Malaikat : “Hanya dengan dua tangan?…. impossible!! Dan itu model standard?! Sudahla Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya.”

Tuhan : “Oh… Tidak, aku akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit saya. O ya…. Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari.”

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu.

Malaikat : “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”

Tuhan : “Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”

Malaikat : “Dia bisa berpikir?”

Tuhan : “Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”

Malaikat itu menyentuh dagunya….

Malaikat : “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”

Tuhan : “Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata.”

Malaikat : “Untuk apa?”


TUHAN melanjutkan….

Tuhan : “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.”

Malaikat : “Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN. ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”

Tuhan : “Ya pastii…! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. CINTANYA TANPA SYARAT. Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita, DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIRINYA…TERUTAMA KEHORMATANNYA YANG KADANG TAK MAMPU DIJAGANYA.

Makhluk Yang Pertama Dibakar Oleh Api Neraka

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan dia menghasankannya, Ibnu Hibban dalam shahihnya, keduanya dengan lafaz yang sama dari al-Walid bin al-Walid Abu Ustman al-Madini bahwa Uqbah bin Muslim menyampaikan kepadanya bahwa Syufai al-Ashbahi menyampaikan kepadanya,

“Bahwasanya dia datang ke Madinah, dia mendapatkan seorang laki-laki yang dikerumuni oleh banyak orang, dia bertanya, “Siapa dia?” “Abu Hurairah” jawab orang-orang. Dia berkata, “Lalu aku mendekat kepadanya sehingga aku duduk di hadapannya, sementara dia terus menyampaikan hadits kepada orang-orang. Ketika dia telah selesai dan menyendiri, aku berkata kepadanya, “Aku memohon kepadamu dengan kebenaran dan dengan kebenaran, anda belum menyampaikan kepadaku sebuah hadits yang anda dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang kamu pahami dan kamu ketahui.”

Abu Hurairah berkata,

“Baiklah sungguh aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang telah disampaikan Rasulullah kepadaku, yang aku pahami dan aku ketahui”. Kemudian Abu Hurairah menarik nafas panjang lagi berat sampai hampir pingsan (karena sedih atau takut). Kami diam, kamudian dia tersadar. Dia berkata “Sungguh aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah kepadaku saat aku dan beliau di rumah ini, tidak ada orang lain selain aku dan beliau.” Kemudian Abu Hurairah menarik nafas panjang lagi berat. Kemudian dia tersadar dan mengusap wajahnya. Dia berkata, “Baiklah sungguh aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah kepadaku pada saat aku dan beliau di rumah ini, tidak ada orang lain selain aku dan beliau.” Kemudian Abu Hurairah menarik nafas lebih berat dan panjang lalu dia terjatuh di atas wajahnya, aku menahannya cukup lama. Kemudian dia tersadar, dia berkata, “Rasulullah menyampaikan kepadaku,

“Bahwa sesungguhnya pada hari kiamat Allah turun kepada para hamba untuk memberi keputusan diantara mereka, masing-masing umat berlutut. Orang-orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang mengumpulkan al-Qur’an, orang yang terbunuh di jalan Allah, dan orang yang berharta melimpah. Allah berfirman kepada qari (yang pandai baca al-Qur’an), “Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu apa yang Aku telah turunkan kepada RasulKu?” dia menjawab, benar wahai Rabbku. Allah bertanya, “Apa yang kamu lakukan terhadap apa yang diajarkan kepadamu?” dia menjawab, “aku menegakkannya di tengah malam dan siang. Allah berfirman, “kamu dusta”. Malaikat juga berkata kepadanya, “kamu dusta”. Allah berfirman, “kamu ingin agar digelari al-Qari’ dan itu telah dikatakan”.

Pemilik harta melimpah didatangkan, Allah berfirman kepadanya, “Bukankah Aku telah melapangkan hidupmu sampai kamu tidak memerlukan seorangpun?” dia menjawab, “benar ya Rabbi”. Allah bertanya, “lalu apa yang kamu lakukan terhadap pemberianKu?” dia menjawab, aku menjalin hubungan silaturahim dan bersedekah”. Allah berfirman kepadanya, “kamu dusta”. Malaikat juga berkata kepadanya “kamu dusta”, Allah berfirman, “Akan tetapi kamu ingin agar dikatakan, “fulan dermawan” dan itu telah dikatakan”.

Orang yang terbunuh di jalan Allah dihadirkan. Allah bertanya kepadanya, “Dalam rangka apa kamu terbunuh?” dia menjawab, “Ya Rabbi, Engkau memerintahkan berjihad dijalanMu, lalu aku berperang sehingga aku terbunuh”. Allah berfirman “kamu dusta”. Malaikat pun berkata, “kamu dusta”. Allah berfirman, “Akan tetapi kamu ingin agar dikatakan “fulan pemberani”, dan itu telah dikatakan”.

Kemudian Rasulullah memukul lututku lalu bersabda, “Wahai Abu Hurairah, tiga orang itu adalah makhluk Allah pertama yang dibakar oleh api neraka pada hari kiamat.”

Al-Walid Abu Utsman al-Madini berkata, “Uqbah memberitakan kepadaku bahwa syufailah yang datang kepada Muawiyah dan memberitakan ini kepadanya. Abu Utsman berkata, “Dan al-Ala’ bin Abu Hakim menyampaikan kepadaku bahwa dia adalah algojo Muawiyah, dia berkata, “Lalu seorang laki-laki datang kepadanya dan menyampaikan ini kepadanya dari Abu Hurairah”. Muawiyah berkata, “Mereka telah diperlakukan demikian, lalu bagaimana dengan manusia-manusia yang lain?” Kemudian Muawiyah menangis dengan keras sampai kami mengira dia celaka. Kami berkata, “Orang ini telah datang kepada kami membawa keburukan”. Kemudian Muawiyah tersadar dan mengusap wajahnya. Dia berkata, “Allah dan RasulNya benar, “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Hud 15-16)

HR. at-Tirmidzi.




Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya manusia pertama yang diputuskan perkaranya pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mati syahid, dia dihadapkan, ditunjukkan kenikmatan-kenikmatannya maka dia pun mengenalnya. Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan padanya?” Orang itu menjawab “Aku berperang karenaMu sehingga aku mati syahid.” Allah berfirman, “Kamu dusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan ‘fulan pemberani’ dan itu telah dikatakan,”
Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sehingga dia dicampakkan ke dalam neraka.

Dan seorang laki-laki yang belajar dan mengajarkan ilmu serta membaca al-Qur’an, dia dihadapkan, ditunjukkan kenikmatan-kenikmatannya maka dia pun mengenalnya. Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan padanya?” Orang itu menjawab, “Aku belajar dan mengajarkan ilmu serta membaca al-Qur’an karenaMu’. Allah berfirman, “kamu dusta, akan tetapi kamu belajar agar kamu dipanggil ‘alim’ dan kamu membaca al-Qur’an agar dipanggil ‘qari’ dan itu telah dikatakan”, kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sehingga dia dicampakkan ke dalam neraka.

Dan seorang laki-laki yang dilapangkan hidupnya oleh Allah, Dia memberinya bermacam-macam harta, dia dihadapkan, ditunjukkan kenikmatan-kenikmatannya, maka dia pun mengenalnya. Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan padanya?” Orang itu menjawab, “Tidak ada jalan di mana Engkau ingin di infakkan kepadanya kecuali aku berinfak padanya demi Engkau”. Allah berkata, “Kamu dusta, akan tetapi kamu lakukan itu agar dikatakan “dia itu dermawan”, dan itu telah dikatakan”, lalu diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sehingga dia dicampakkan ke dalam neraka.
-HR. Muslim dan an-Nasa’i-


Bahaya riya
=======

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sampaikan berita gembira kepada umat ini bahwa mereka akan meraih kemuliaan, agama dan ketinggian (kejayaan) serta kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara mereka yang melakukan amal akhirat demi dunia maka di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa-apa”.
-HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dalam shahihnya-


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Barangsiapa yang memperdengarkan (amalnya) niscaya Allah akan memperdengarkannya, dan barangsiapa yang memamerkan (amalnya) niscaya Allah akan memamerkannya.”
-HR. Bukhari dan Muslim-

(Penjelasan): Barangsiapa menampakkan amalnya kepada manusia karena riya’ maka Allah memperlihatkan niatnya yang rusak pada amalnya itu pada hari kiamat dan mempermalukannya di hadapan seluruh makhluk-Nya. (shahih At-Targhib wa At-Tarhib, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidak ada seorang hamba yang berdiri (beramal) di duni di atas pijakan riya’ dan sum’ah kecuali Allah akan mempermalukannya dengan memperlihatkan niat busuknya pada hari kiamat di hadapan makhluk-makhluk-Nya.
-HR. ath-Thabrani dengan sanad hasan-

Dari Rubaih bin Abdurrahman bin Abu Said al-Khudri dari bapaknya dari kakeknya dia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami sedangkan kami pada saat itu sedang membicarakan al-Masih ad-Dajjal, maka beliau bersabda, “Bersediakah kalian aku beritahu sesuatu yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian dari al-Masih ad-Dajjal?” Kami menjawab, “Tentu ya Rasulullah.” Rasulullah bersabda, “Syirik yang samar, yaitu seseorang mendirikan shalat maka dia memperindah shalatnya karena merasa ada orang yang melihat shalatnya.”
-Hadits Hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan al-Baihaqi-

Dari Mahmud bin Labid radhiyallahu ‘anhu dia berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar lalu bersabda,
“Wahai sekalian manusia, jauhilah syirik yang tersembunyi.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apa itu syirik tersembunyi?” Nabi bersabda, “Seorang laki-laki mendirikan shalat lalu dia bersungguh-sungguh memperindah shalatnya karena dia mengetahui ada orang yang melihatnya, itulah syirik yang tersembunyi.”
-Hadits Hasan. Di riwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya-

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perkara yang paling aku takutkan pada kalian adalah syirik kecil. Kata mereka, “Apa itu syirik kecil ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Riya”. Apabila Allah membalas manusia sesuai dengan amal perbuatan mereka, Dia berfirman, “Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian pamerkan (amal-amal kalian) kepada mereka maka lihatlah, adakah kalian mendapatkan balasan di sisi mereka?”
-Hadits Shahih. HR. Ahmad dan al-Baihaqi-

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika Allah mengumpulkan orang-orang pertama dan terakhir pada hari kiamat, hari yang tidak ada keraguan padanya, seorang penyeru berseru, “Barangsiapa telah menyekutukan Allah dengan seseorang dalam amalnya maka hendaknya meminta pahala kepadanya karena Allah adalah Yang paling tidak membutuhkan persekutuan.”
-Hadits Hasan. HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi-

Dari Abu Ali, seorang laki-laki dari Bani Kahil dia berkata, Abu Musa al-Asy’ari berkhutbah pada kami, dia berkata, “Wahai sekalian manusia, takutlah kalian terhadap syirik ini, karena ia lebih samar dari langkah semut hitam.” Lalu Abdullah bin Hazan dan Qais bin al-Mudharib berdiri kepadanya dan berkata, “Demi Allah kamu harus keluar dari apa yang kamu katakan atau kami akan mendatangi Umar diizinkan untuk kami atau tidak diizinkan.” Abu Musa menjawab, “Aku keluar dari apa yang aku katakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada kami pada suatu hari. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, takutlah kalian terhadap syirik ini karena ia lebih samar dari langkah semut.” Maka orang-orang berkata kepada Rasulullah, “Bagaimana kami menjauhinya, sementara ia lebih samar daripada langkah semut ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Ucapkanlah,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ.

Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu, agar tidak menyekutukan kepadaMu, sedang aku mengetahuinya dan minta ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.”
-HR. Ahmad dan ath-Thabrani-


Semoga nasehat ini bermanfaat untuk kita semua agar senantiasa berhati-hati untuk menjaga keikhlasan kepada Allah dalam beramal shalih.

Hadanallahu wa iyyakum.

Katakan Tidak Jika Riba !!

Di dalam kitab suci Al Qur’an, Allah Subhanahu wata'ala tidak pernah memaklumkan perang kepada seseorang kecuali kepada pemakan riba, Allah Subhanahu wata’ala berfirman  (yang artinya) :

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu” (Al Baqarah: 278-279).

Cukuplah ayat diatas sebagai petunjuk betapa keji dosa riba di sisi Allah Subhanahu wata'ala. Orang yang mememperhatikan pengaruh riba dalam kehidupan individu hingga tingkat negara, niscaya akan mendapatkan kesimpulan, melakukan kegiatan riba akan mengakibatkan kerugian, kebangkrutan, kelesuan, dan kelemahan. Baik karena lilitan utang yang tak terbayar atau berupa kepincangan ekonomi, tingginya angka pengangguran, ambruknya perseroan dan usaha bisnis.

Di samping itu kegiatan riba menjadikan hasil keringat dan jerih payah kerja tiap hari hanya dikonsentrasikan untuk membayar bunga riba yang tak pernah ada akhirnya. Ini berarti menciptakan kesenjangan sosial, membangun gunung rupiah untuk satu kelompok masyarakat yang jumlahnya minoritas di satu sisi dan di sisi lain menciptakan kemiskinan di tengah masyarakat yang jumlahnya mayoritas yang sudah merana dan papa. Barang kali inilah salah satu potret kalazhiman dari kegiatan riba, sehingga Allah Tabaroka wata’ala memaklumkan perang atasnya.
Semua pihak yang berperan dalam kegiatan riba, perantara, atau pembantu kelancaran kegitan riba adalah orang-orang yang dilaknat melalui lisan Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam :

Dari Jabir Radhiallahu'anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulis, dan kedua orang yang menjadi saksi atasnya. ia berkata : “mereka itu sama (saja)” (HR Muslim : 3/219).

Berdasarkan hadits di atas, maka setiap umat Islam tidak diperkenankan bekerja sebagai sekretaris, petugas pembukuan, penerima uang nasabah, nasabah, pengantar uang nasabah, satpam dan pekerjaan lainnya yang mendukung kegiatan riba.

Sungguh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah menerangkan betapa buruk kegiatan riba tersebut.
Abdullah Bin Mas’ud Radhiallahu’anhu meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Riba itu (memiliki) tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan dari padanya adalah seperti (dosa) seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri). Dan sejahat-jahat riba adalah kehormatan seorang muslim” (HR Al Hakim dalam Al Mustadrak, 2/27; shahihul jam’ :2533).

Juga dalam sabda beliau Shallallahu'alaihi wasallam :
“Sedirham (uang) riba yang dimakan oleh seorang laki-laki sedang dia mengetahui (uang itu hasil riba) lebih keras (siksaanya) daripada tiga puluh enam kali berzina” (HR Imam Ahmad: 5/225, lihat shahihul jami’ : 3375).

Pengharaman riba berlaku umum, tidak dikhususkan sebagaimana yang diduga oleh sebagian orang, hanya antara si kaya dengan si miskin. Pengharaman itu berlaku untuk semua orang dan dalam semua keadaan.
Betapa banyak kita saksikan bangkrutnya pedagang-pedagang besar dan orang-orang kaya karena melibatkan diri dalam kegiatan ribawi. Atau paling tidak, berkah uang riba tersebut meski jumlahnya banyak dihilangkan oleh Allah Tabaroka wata’ala.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“(Uang) riba itu meski (pada awalnya) banyak, tetapi pada akhirnya ia akan (menjadi) sedikit: (HR Al Hakim, 2/37, shahihul jami’ : 3542).

Riba juga tidak dikhususkan pada jumlah peredaran uang, sehingga dikatakan kalau dalam jumlah banyak, riba itu haram dan kalau sedikit tidak. Sedikit atau banyak riba hukumnya haram. Orang yang memakan atau mengambil uang riba, kelak dia akan dibangkitkan dari dalam kuburnya pada hari kiamat seperti bangkitnya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila.

Allah berfirman yang (artinya)

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah:275)

Meskipun riba adalah suatu dosa yang sangat keji, tetapi Allah tetap menerima taubat orang yang hendak meninggalkan perbuatan tersebut. Langkah yang harus ditempuh oleh orang yang benar-benar taubat dari kegiatan riba adalah sebagaimana dituturkan firman Allah Subhanahu wata'ala :

“Dan jika kamu bertaubat (dari kegiatan dan pemanfaatan riba) maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya” (Al Baqarah : 279).

Dengan mengambil langkah tersebut, maka keadilan benar-benar terwujud. Setiap pribadi muslim harus menjauhkan diri dari dosa besar ini, memandangnya sebagai sesuatu yang buruk dan keji.

Orang-orang itu tidak boleh meminta bunga deposito dari bank-bank ribawi. Jika bunga itu di masukkan dalam rekeningnya, maka ia harus menggunakan uang tersebut untuk sesuatu yang dibolehkan (seperti untuk membangun WC umum atau yang semisalnya), sebagai bentuk penghindaran dari uang tersebut, tidak sebagai sedekah. Karena Allah adalah Dzat Yang Maha Baik tidak mnerima sesuatu kecuali yang baik. Ia tidak boleh mamanfaatkan uang riba tersebut dalam bentuk apapun. Tidak untuk makan, minum, pakaian, kendaraan, atau tempat tinggal. Juga tidak boleh untuk diberikan sebagai nafkah kepada istri, anak, bapak, atau ibu. Juga tidak boleh untuk mengeluarkan zakat, atau menjadikannya sarana untuk menolak kezaliman yang menimpanya. Tetapi hendaknya ia membebaskan diri daripadanya karena takut kepada siksaan Allah Subhanahu wata'ala.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa (Al Baqarah:276)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) JIKA KAMU ORANG-ORANG YANG BERIMAN.
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
(Al Baqarah:278-279)

dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. (An Nisaa':161)

Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan." (Al Maa'idah:100)

... Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (An Nisaa':13)