Kamis, 07 Juli 2011

♥♥ MULIANYA SEORANG WANITA SHOLEHAH ♥♥

←←♥ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ♥←←

Ukhti fillah!. Engkau adalah bunga kehidupan, teramat sayang memperlakukanmu dengan kasar karena hal itu akan merusak keindahan yang ada dalam dirimu dan menodai kesempurnaanya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat derajatmu dalam agama ini, karenanya raihlah ia dengan memupuk ketaatanmu pada-Nya, merajut benang-benang kehidupanmu diatas jalan Allah dan manhaj Rasulnya agar kebahagiaan tak pernah jemu menghampirimu. Ingatlah selalu firman-Nya:

"Dan barang siapa mentaati Allah dan Rasulnya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar" (Al -Ahzab:71).

Camkanlah selalu dalam hatimu, bahwa berjalan diatas kebenaran (sunnah) ibarat memegang bara api, banyak aral dan rintangan yang menghalangimu. Lihatlah keluar, musuh kita bersatu padu untuk mengahancurkan kita. Dengan segenap daya dan upaya mereka ingin agar kita melepaskan pakaian akhlak dan rasa malu dari diri kita, sehingga mereka lebih leluasa merongrong agama ini. Aku tidak ingin, dirimu dan juga diriku (dengan izin Allah) menjadi korban serigala-serigala liar itu. Karena itu palingkan wajahmu dari mereka dan sambutlah dengan penuh suka cita jalan kebenaran yang ditawarkan Allah dan Rasul-Nya. Peganglah tali kendali itu dengan sekuat tenaga agar tidak jatuh dalam kehancuran. Buatlah mereka marah dan sedih dengan keteguhanmu berpegang pada agamamu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam dengan hijabmu.

Ukhti fillah!. Sesungguhnya mereka iri dengan apa yang kita miliki, wanita-wanita mereka telah terperosok jauh dalam kubangan dosa, kehinaan dan maksiat sehingga tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Sedangkan engkau??? Engkau adalah wanita berkedudukan tinggi, engkau wanita dengan kemuliaan, kesucian dan kehormatan yang tinggi. Kedudukanmu tinggi karena Al -Qur'an, engkau mulia dengan iman dan suci karena engkau berpegang teguh pada agama ini. Oleh karena itu engkau adalah mutiara yang teramat mahal, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya apalagi menyakitinya. Itulah kelebihan dan keistimewaan yang tidak akan kau dapati selain dalam agama ini.

Maka wahai ukhti fillah Al 'Afifah, yang senantiasa sholat dan sujud kepada Dzat yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluknya, dan menundukkan pendengaran dan penglihatan untuk-Nya, cukuplah hadist Rasulullah berikut sebagai penyejuk hati :

"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah." (HR. Muslim).

Ya, engkau adalah sebaik-baik perhiasan dunia, engkau adalah harapan agama, yang diharapkan dapat melahirkan generasi robbani. Perhiasan itu tidak mudah didapat, harganya terlalu mahal dan menjaganya pun tidaklah mudah. Setiap abdi Allah ingin mendapatkannya, namun tidak semua bisa memilikinya. Ia memberikan kesejukan dikala hati gersang dan menyegarkan pandangan dikala mata suram. Perhiasan dunia itu, dalam kehidupannya senantiasa menampakkan kemuliaan dirinya. Bagaikan sekuntum mawar yang sedang mekar, harumnya tergambar dari pribadinya yang santun. Tunduk pandangannya, tegas bicaranya.

Sedikitpun tidak ada keraguan jika meninggalkannya di rumah. Ia menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dan senantiasa menjaga kehormatan diri dan suaminya. Dalam kehidupan sehari-hari senantiasa diselimuti prestasi. Ia tahu mana kegiatan yang disukai Rabbnya , untuk itu ia tidak pernah putus asa. Ia senantiasa menjaga kesucian dirinya. Tidak mudah mengeksploitasi diri dan kehormatannya, apalagi hanya sekedar menggodanya. Karena ingatlah selalu, bunga istimewa hanya untuk yang istimewa.

Ukhti fillah!. Itulah gambaran tentang dirimu. Sungguh teramat agung kedudukanmu. Maka senantiasalah bersyukur kepada-Nya atas semua karunia, rahmat dan petunjukNya. Takutlah engkau pada Allah dan laksanakan tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu agar engkau termasuk dalam golongan hambaNya yang selamat dan bahagia di dunia maupun di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah, semoga Allah memberikanmu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca.

Wassalamu'alaikumwarahmatu​llah wabrakatuh

Al-Quran Penyejuk Qolbu



 
Ketahuilah Al-Qur’an itu mengandung obat segala penyakit qolbu . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Wahai manusia telah datang kepada kalian mauidzhoh dari Rabb kalian dan penyembuh apa yg ada dalam hati.” .“ Dan kami turunkan dari Al-Qur’an ini sesuatu yg merupakan penyembuh dan rahmat bagi orang-orang mu’min.” .Segala penyakit qolbu itu bermuara pada syubhat dan syahwat dan Al-Qur’an adl dapat menyembuhkan keduanya.Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan bahwa Al-Qur’an mencakup obat dan rahmat. Dan itu bukan utk tiap orang tetapi hanya utk orang-orang yang beriman yg beriman dgn Al-Qur’an membenarkan ayat-ayat-Nya dan mengetahui makna-maknanya.Adapun orang-orang dzalim yg tidak membenarkan atau mengamalkannya maka ayat-ayat Al- Qur’an itu tidak menambah kepada mereka kecuali kerugian….Maka penyembuhan Al-Qur’an itu mencakup penyembuhan Qolbu dari syubhat kebodohan pemikiran-pemikiran yg rusak penyelewengan dan maksud-maksud yg jelek….Juga mencakup kesembuhan jasmani dari berbagai penyakit.” .

Penyakit Syubhat atau kerancuan pemikiran keragu-raguan terhadap ajaran Islam ataupun munculnya ajaran-ajaran sesat yg menyelinap dalam qolbu seseorang tentu menimbulkan sakit walaupun terkadang tidak dirasakan oleh yg bersangkutan. Penyakit subhat ini akan mengakibatkan rusaknya ilmu penilaian dan pemahaman sehingga seseorang tidak dapat menilai sesuatu sesuai dgn hakekatnya.Itu semua dapat disembuhkan dgn Al-Qur’an krn di dalamnya terdapat keterangan dan bukti-bukti nyata lagi pasti. Al-Qur’an menerangkan tauhid menetapkan adanya hari kebangkitan dan adanya kenabian serta membantah pendapat-pendapat yg sesat dan ajaran yg menyimpang.Al-Qur’an menerangkan semua itu dgn sebaik-baik keterangan menjelaskannya dgn sejelas-jelas penjelasan sangat bagus dan indah tiada yg menandingi mudah di pahami dan di cerna oleh akal. Al-Qur’an merupakan obat hakiki utk menyembuhkan penyakit-penyakit qolbu.

Sebagai contoh pengalaman seorang pakar filsafat yaitu Al-Fahrurrozi yg telah mencapai tingkatan paling tinggi di masanya dalam ilmu filsafat. Namun filsafat ternyata sebuah penyakit ganas pada qolbu seseorang yg hanya menimbulkan keraguan pada I’tiqad seorang muslim lalu menimbulkan kegelisahan pada qolbunya sebagaimana dikatakan bahwa “akhir keadaan ahli filsafat adl keraguan”.Ia menyatakan dgn penuh kesadaran : “Saya perhatikan teori-teori ilmu kalam dan metodologi filsafat saya nilai tidak mampu mengobati orang sakit dan menghilangkan dahaga. Saya melihat jalan yg paling dekat adl jalan Al-Qur’an ….Dan barang siapa yg mencoba seperti percobaanku maka ia akan mengetahui sebagaimana yg aku ketahui.”Penyembuhan dgn Al-Qur’an tergantung pada pemahaman terhadap Al-Qur’an itu sendiri dan pengetahuan terhadap makna-maknanya.

Orang yg Allah beri pemahaman mata hatinya akan melihat yg haq dan yg bathil dgn begitu jelas sebagaimana ia melihat perbedaan siang dan malam.Adapun penyakit qalbu berupa syahwat dan keinginan hawa nafsu niat-niat yg rusak iri dengki tamak dan sebagainya. Al-Qur’anpun penuh dgn obat penyakit ini krn di dalamnya terkandung mutiara-mutiara hikmah nasehat-nasehat yg indah memberi semangat utk kebaikan mengancam dari perbuatan jelek dan mengajak utk juhud. Al-Qur’an memberikan perumpamaan dan kisah-kisah yg menyiratkan berbagai ibrah sehingga membuat qolbu mencintai kebenaran dan membenci kesesatan selalu memiliki keinginan kepada yg baik dan kembali kepada fitrahnya yg suci.Dengan qolbu yg seperti itu maka perbuatannya menjadi baik dan dia tidak menerima kecuali yang haq bagaikan seorang bayi tidak menerima makanan selain susu. Qolbunya mendapat gizi keimanan dari Al-Qur’an sehingga menguatkan dan menumbuhkannya menyenangkan dan membuatnya giat sehingga menjadikannya semakin kokoh.Qolbu membutuhkan segala sesuatu yg memberinya manfaat dan melindunginya dari mudharat sebagaimana jasmani membutuhkan segala sesuatu yg memberinya manfaat dan melindunginya dari mudharat. Dengan itu ia akan berkembang menuju kesempurnaan. Tiada jalan menuju kepada kesempurnaan qolbu kecuali dgn Al-Qur’an.

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu!



Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap
apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: "Pokoknya harus dia Ya Allah! Harus dia, karena aku sangat mencintainya. " Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (al-Baqarah: 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang Mu'min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.

Menyambut Bulan Suci Ramadhan

“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)

sedikit coretan buat muslimah

Allah Swt mengutus 124 ribu Nabi dan Rasul tak ada satu orang pun dari kalangan wanita, tapi tak ada seorang nabi pun terkecuali Adam a.s yang lahir MELAINKAN dari rahim wanita, begitu mulianya seorang wanita sehingga dari rahimnya Allah swt hadirkan kekasih-kekasih Allah Swt yang membawa risalah demi mencapai kehidupan yang harmoni didunia dan akhirat.

 Nabi saw bersabda : “ Wahai sekalian wanita, sesungguhnya yang paling baik diantara kalian akan memasuki surga sebelum orang yang paling baik di antara lelaki. Mereka akan mandi, dan memakai minyak wangi dan menyambut suami-suami diatas keledai-keledai merah dan kuning. Bersama mereka anak-anak kecil, mereka seperti batu permata yang berkilau”

Bahkan Rasulullah bersabda : “ Sampaikanlah kepada seluruh wanita yang kamu jumpai, bahwasanya : “Taat kepada suami dengan penuh kesadaran, maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah Swt, tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang mau menjalankannya”

* Seoarang wanita solehah adalah lebih baik dari pada 70 orang wali, seoarang wanita yang jahat lebih buruk dari pada 1.000 orang lelaki yang jahat.

* Isteri yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang maka Allah akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

* Seorang wanita yang menyusui anaknya hingga cukup tempo yaitu 2 ½ tahun, maka malaikat-malaikat di langit akan mengabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

* Sungguh burung-burung diudara , ikan-ikan dan malaikat dilangit meminta keampunan untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya selama ia sentiasa dalam kerelaan suaminya.

* Siapa saja isteri yang meninggal dunia, sedang suaminya ridha terhadap pemerergiannya, maka ia akan masuk syurga.

* Bila seorang suami pulang kerumah dengan perasaan gelisah, dan isterinya menghiburnya maka isterinya akan mendapatkan pahala jihad.

* Bila seorang wanita, mengerjakan dan menjaga solatnya, berpuasa pada bulan ramadhan, menjaga amanah suaminya dan mentaati suaminya, Allah Swt akan memberikan izin padanya untuk memasuki syurga melalui pintu mana saja yang disukainya.

* Bila seorang wanita hamil solat 2 rakaat adalah lebih baik dari pada 80 rakaat wanita yang tidak hamil.

* Bila seorang wanita tidak dapat tidur kerana sakit dan menyusukan anaknya, Allah Swt akan mengampuni seluruh dosa-dosanya dan mendapatkan pahala 12 tahun ibadah.

* Bila seorang wanita menyapu rumahnya dengan berzikir maka Allah Swt akan memberikan pahala meyapu Ka’bah.

* Bila seorang wanita hamil , sehingga dia melahirkan anaknya, Allah Swt akan memberikan pahala sebagaimana ia berpuasa pada siang hari dan solat sepanjang malam.

* Bila seorang wanita meninggal diantara 40 hari setelah melahirkan anaknya, ia mendapatkan pahala syahid.

* Bila seorang anak menangis di malam hari, dan ibunya tidak marah tetapi memmujuknya, ia akan mendapatkan pahala satu tahun Ibadah.

* Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah Swt di akhirat tetapi Allah Swt datang sendiri kepada wanita yang menjaga auratnya, iaitu memakai purdah didunia secara istiqomah. Begitu mudahnya seorang wanita mendapatkan keredhaan Allah Swt mana kala dia taat kepada suaminya , tentunya ketaatan disini dalam batasan-batasan Agama , kerana mana kala seorang suami sudah melanggar apa yang digariskan agama maka tidak ada lagi ketaatan bagi seorang wanita. Kerana “Tidak ada ketaatan kepada mahluk dalam mendurhakai AL-Khalik”

Sebagaimana kisah Asiah istri Fir’aun. Di tengah-tengah kaum yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, ia tetap berpegang teguh kepada Allah Swt, walaupun untuk menjaga keimanan tersebut , ia harus menerima kematian ditangan suaminya sendiri, iaitu Fir’aun la’natullahu ‘alaihi. Rasulullah saw bersabda bahawa wanita yang terbaik dan paling sempurna adalah Asiah isteri Fir’aun dan Maryam.

Syekh Ibarahim Ali mengatakan seorang wanita jika sudah dominan dalam kehidupan lelaki, maka ia akan menjadi buah hati dan ruhnya. Bahkan akan menjadi segenap badan dan perasaan lelaki. Semua tindakan kebaikan atau kejahatan yang dilakukan oleh seorang laki, kerana dorongan wanita. Fikiran dan amal para wanita muslimah akan ikut serta berhembus dengan angin, mengalir dengan air, menyatu dengan tanah, tanpa memerlukan kenderaan untuk membawanya, tanpa memerlukan tenaga untuk mengangkutnya. Kebaikan yang akan merebak atau kejahatan.. Semua tergantung kepada amalan para wanita.

Dalam buku Ya binti waya ibnii , Ali Atthonthowi menulis :

“Wahai puteriku, pintu kebaikan ada di hadapanmu. Kunci pintu itu ada ditanganmu. Jika engkau meyakininya dan engkau berusaha memasuki pintu itu, maka keadaan akan berubah dan menjadi baik. Engkau benar puteriku, bahawa kaum pemuda lah yang pertama melangkah menempuh jalan dosa, bukan wanita, tetapi ingat, bahawa tanpa kerelaanmu dan tanpa kelunakan sikapmu, mereka tidak akan berkeras melangkah maju”

Sekarang sudah jelas dengan apa dan bagaimana seharusnya kita bersikap, wanita akan mejadi baik ketika para pemuda dapat mengarahkan wanita kearah kebaikan, selama dari pihak pemuda tidak mempunyai keinginan kearah tersebut maka segala bentuk perbaikan akan sia-sia…