Rabu, 23 Februari 2011

Agar Anak Tidak Mudah Sakit Di Musim Hujan

Musim hujan lazim mendatangkan penyakit seperti pilek dan influensa. Bagaimana cara melindungi buah hati agar tak terjangkit virus penyakit musim hujan?

Dokter Paul Offit, Kepala Departemen Penyakit Menular di Rumah Sakit Anak Philadelphia menyatakan, sebenarnya tak ada cara yang benar-benar mampu melindungi anak dari virus. Berbagai virus musim hujan ditularkan lewat udara. Jika anak balita bernapas tiga meter dari orang yang sakit, ia dapat dengan mudah menderita sakit serupa.

Menurut Offit, bahkan menjauhkan anak, terutama bayi, dari orang yang mengalami gejala flu seperti bersin, batuk dan demam tidak menjamin si kecil tidak akan terjangkit.

Namun, ada beberapa langkah sederhana untuk membantu melawan penyebaran kuman dan menjaga agar anak tetap sehat seperti dikutip dari Babycenter.

- Cuci tangannya dan tangan Anda
Mencuci tangan secara teratur adalah cara paling sederhana dan paling efektif untuk menyingkirkan kuman flu dan pilek. Cuci tangan sebelum memegang bayi, dari bepergian di luar rumah, setelah memakaikan popok dan sebelum makan atau menjemputnya dari penitipan anak.

Rajin-rajinlah mencuci tangan anak, terutama yang masih suka memasukkan tangan dan segala sesuatu dalam mulutnya. Jangan lupa terus mengingatkan pengasuh termasuk saudara-saudaranya untuk melakukan hal yang sama. Gunakan sabun antibakteri yang dapat mematikan kuman dari permukaan kulit.

Jika Anda menitipkan anak di penitipan bayi, pastikan cuci tangan diwajibkan di tempat itu. Dan, pemisahan antara anak yang sehat dan sakit.

- Meningkatkan daya tubuhnya secara alami
Agar daya tahan tubuhnya optimal, bagi bayi di bawah enam bulan, ASI adalah makanan terbaik untuk daya tahan dan imunitas terhadap penyakit. Susui bayi Anda sesuai permintaannya. Jika bayi telah makan makanan tambahan (MPASI), pastikan ia mendapat semua makanan sehat. Perbanyak asupan buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin A, C, D, E, omega 3 serta makanan sehat lainnya.

Pastikan si kecil cukup tidur serta melakukan aktivitas fisik yang cukup setiap hari.

Meningkatkan IQ Anak Sejak Dalam Kandungan Dan Pada Awal Pertumbuhan

Para ahli menyatakan bahwa ternyata nilai IQ (Intelligence Quotient) seorang anak dapat dibentuk sejak dalam kandungan dan tahap awal masa tumbuh kembang si kecil. Berikut adalah beberapa cara praktis untuk memulai langkah tersebut,

1. Makananlah makan bergizi selama masa kehamilan
Pola makan yang benar haruslah tetap anda jaga selama kehamilan. Konsumsilah suplemen makanan yang mengandung kolin, untuk merangsang perkembangan otak janin. Perbanyak juga mengkonsumsi sea food, terutama ikan atau kerang. Makanan tersebut mengandung Lemak esensial atau lemak yang tidak dapat dibuat oleh tubuh seperti ARA (arachidonic acid), DHA (docosahexaenoic acid), Prebiotik, Lactoferin yang membantu membentuk struktur otak bayi.

2. Berikan Air Susu Ibu (ASI)
Beragam asam lemak yang terkandung dalam ASI mampu meningkatkan kecerdasan.Para peneliti juga mengindikasikan kegiatan pemberian ASI meningkatkan interaksi verbal antara ibu dan anak, sehingga membantu perkembangan Janin mereka
.
3. Berikan Binatang Peliharaan
Semakin kuat keterikatan dan perhatian si kecil terhadap hewan peliharaannya, maka akan kemampuan kognitifnya semakin terasah dan bisa membantu meningkatkan nilai IQ.

4. Kurangi pengaruh negatif
Kurangi hal-hal yang tidak memberikan pengaruh positif pada perkembangan otak si kecil. seperti misalnya orang-orang dewasa di sekitar si kecil yang menirukan bahasa bayi atau "baby talk" sangat tidak dianjurkan, karena hal tersebut bisa menjadi hambatan bagi si kecil dalam mengenali ragam kosakata baru. Selain itu menonton acara televisi pun ternyata dapat menimbulkan efek depresi pada anak

5. Lingkungan yang sehat dan nyaman
Lingkungan rumah dan keluarga yang sehat dan nyaman membantu menjaga perkembangan anak. Dengan adanya suasana keluarga yang harmonis, hangat dan penuh kasih sayang maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal.

6. Stimulasi pengasah kecerdasan anak
Memberikan stimulasi seimbang dapat mengasah kecerdasan anak. Mengajak anak bermain dengan alat permainan yang dapat merangsang daya pikir sesuai usia mereka, seperti balok susun, puzzle, menggambar, mewarnai dll

Ini Dia Hal Yang Harus Anda Waspadai Saat Si Kecil Menonton TV

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan dampak buruk televisi pada anak-anak. Sebagai orangtua, Anda dan pasangan pun harus mewaspadai lima hal ini, saat membiarkan anak menonton televisi.

Menurut American Academy of Pediatrics (Organisasi Dokter Anak di AS), anak-anak di bawah dua tahun tidak boleh menonton televisi. Namun tidak sedikit orangtua yang terkadang membiarkan balita-balita mereka ikut menonton acara televisi favorit.

Apapun pilihannya, sebagai orangtua Anda tetap harus mewaspadai dampak televisi terhadap anak. Saat membiarkan anak menonton televisi, ingatlah lima hal di bawah ini, seperti dilansir Fit Pregnancy:

1. Anak-anak jangan pernah dibiarkan menonton acara televisi yang menampilkan kekerasan. Meskipun acara tersebut kartun, tetap saja kalau ada kekerasan di dalamnya, segera matikan televisi atau jauhkan anak dari hal tersebut.

Membiarkan anak menonton televisi yang menampilkan acara untuk orang dewasa, sinetron misalnya, juga sebuah kesalahan. Acara orang dewasa yang kerap mempertontonkan kekerasan bisa menyebabkan anak bermimpi buruk, agresif dan kelelahan.

2. Sekarang ini cukup banyak acara televisi yang diklaim bisa membuat bayi atau balita cepat pintar. Namun kenyataannya, dengan lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi artinya semakin sedikit juga waktu untuk mereka beraktivitas. Padahal aktivitas di luar menonton televisi, seperti bermain bisa mengembangkan otak dan tubuhnya. Ketimbang menonton televisi, kenapa tidak ajak anak Anda untuk membaca, banyak bergerak atau berinteraksi dengan orang lain.

3. Penelitian menunjukkan dua jam waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi di masa kanak-kanak bisa menyebabkan sejumlah masalah seperti terlalu minta perhatian, sulit tidur dan kegemukan.

4. Kalau sampai terpaksa anak Anda menonton televisi, pilih acara yang tidak ada iklannya. Anak-anak adalah masa di mana mereka mudah dipengaruhi dan tak bisa membedakan mana yang iklan atau bukan.

5. Sekali lagi, jika anak terpaksa menonton televisi, selalu dampingi dia. Ajak ngobrol si kecil bila memungkinkan

Menghindarkan Si Kecil Dari Bahaya Diabetes Dan Serangan Jantung

Semakin hari, jumlah anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan semakin meningkat saja. Meski terlihat lucu dan menggemaskan, anak yang terlalu gemuk berpotensi besar untuk mengalami kelebihan berat badan saat ia besar nanti.

Beberapa penelitian pun mengindikasikan bila anak mengalami kegemukan sebelum mencapai usia 8 tahun, ia memiliki kemungkinan besar mengalammi obesitas saat dewasa. Tak hanya itu, anak yang indeks massa tubuhnya tergolong besar juga berisiko terkena diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung.

Maka itu, untuk menghindarkan si buah hati dari berbagai bahaya tersebut, mengapa kita tak mencegahnya sedari awal.

1. Sejak kehamilanTelah banyak bukti adanya kaitan antara berat badan ibu saat hamil, berat badan bayi saat lahir, dan berat badan anak saat usia balita. Diduga kuat, hal itu terhubung melalui perubahan kimia ke otak dan metabolisme. Ibu yang mengalami penambahan berat badan yang berlebihan saat hamil bisa menyebabkan sang bayi turut mengalami kelebihan berat badan. Makanan yang dikonsumsi ketika hamil juga memengaruhi selera makanan bayi. Maka itu, jangan hanya memilih beberapa jenis makanan standar.

2. Usahakan menyusuiBanyak sekali bukti ilmiah yang menunjukkan betapa besar manfaat menyusui, baik bagi ibu maupun bayi. Salah satunya mampu menurunkan risiko kegemukan. Grafik pertumbuhan bayi yang menerima ASI pun berbeda dengan penambahan berat badan lebih cepat ketimbang bayi yang minum susu formula mulai sekitar 3 hingga 6 bulan. Maka itu, bila Anda memang memutuskan untuk memberikan susu formula, coba beri dalam takaran yang lebih sedikit dan diberikan secara bertahap bukan dalam satu botol besar sekaligus.

3. Mulai dengan sayuranBanyak ibu yang berpersepsi bahwa sereal adalah cara membiasakan bayi untuk makan makanan berkarbohidrat. Namun, ada baiknya Anda memulai makanan untuk bayi dengan sayuran kukus atau bubur beras merah. Bayi mendapatkan hampir semua nutrisi yang dibutuhkan melalui ASI atau susu formula di tahun pertama kehidupannya. Maka itu, tidak perlu membebankan kalori dan makanan padat pada bayi. Pertimbangkan untuk meningkatkan menu makan bayi setelah ia berusia 9 bulan

Memahami Celoteh Anak Anda

Kemampuan buah hati Anda berbahasa merupakan kebutuhan dasarnya, bahkan sejak hari pertama ia dilahirkan. Dengan berjalannya waktu, secara bertahap ia akan belajar lebih banyak tentang bagaimana mengomunikasikan keinginan dan kebutuhannya kepada orang lain, termasuk Anda sebagai orangtuanya. Berikut tahapan perkembangan kemampuan berkomunikasi seorang anak.

Usia bayi hingga 2 tahun

Bayi baru lahir hingga usia 3 bulanan umumnya menggumamkan jenis dan tinggi suara yang berbeda. Menggumam dan mengeluarkan suara-suara lembut membuat bayi mendapatkan perhatian dari lingkungannya dan ini membuatnya merasa aman dan nyaman.

Jangan pernah berpikir kita tak bisa banyak bicara kepada anak usia ini. Begitu mereka mulai menangkap ada hal-hal berbeda terhadap apa pun yang Anda lakukan, verbalisasikan aksi tersebut. Contohnya, “Yuk, sekarang kita ganti popok dulu.” Atau “Mama mau matikan lampu kamarmu, ya.”

Mungkin Anda merasa begitu bodoh mengucapkan kalimat-kalimat semacam ini pada Si Kecil, tapi percayalah ia senang mendengar suara Anda. Ia juga akan berkomunikasi dengan Anda melalu aksinya, entah itu menangis, tersenyum ataupun berceloteh.

Ketika Si Kecil mendekati usia setahun, mereka mampu menirukan ekspresi yang dilihatnya dari orang-orang terdekatnya. Ia pun mulai mengasosiasikan bahasa tubuh secara sederhana lewat “kata-kata”. Entah dengan menggeliat untuk mengatakan “hai”, serta memberi respons yang pasti terhadap bentuk-bentuk penolakan.

Menjelang usia 2 tahun, Si Kecil kelihatannya mulai menganggap bahwa nama dirinya adalah “tidak” karena seringnya ia mengatakan “tidak” alias menunjukkan sikap pembangkangan.

Anda mungkin juga jadi berpikir bahwa kata itulah satu-satunya yang tersisa dalam kamusnya. Ini normal, kok. Anak dalam kisaran usia ini mampu mengucapkan 6-20 kata, meski mereka sebetulnya bisa mengerti lebih banyak.

Mereka mulai belajar menyusun kalimat-kalimat sederhana dan memberi respon secara benar terhadap pertanyaan-pertanyaan simpel yang dilontarkan kepadanya, seperti “Ini apa, Sayang?”

Usia 3-5 tahun

Di rentang usia ini terjadi perkembangan bahasa yang relatif cepat. Anak mulai bisa menggabungkan kata-kata yang mirip menjadi sebuah kalimat sederhana untuk menceritakan kembali sebuah cerita.

Pada umur 3 tahun Si Kecil akan mampu mengikuti arah yang dimaksud, misalnya kiri dan kanan. dan atau mengulang 1-2 baris dongeng kesukaannya.

Di usia 4-5 tahun, anak mulai mampu bercerita meski mungkin masih bingung menempatkan keterangan soal waktu, seperti besok, sekarang dan kemarin. Anak akan mengombinasikan ide-ide yang berbeda ke dalam satu kalimat, tertarik mendengarkan cerita yang agak panjang, serta mampu mengikuti arah sesuai yang diminta.

Dalam percakapan, ia pun bisa menggunakan kata-kata yang menggambarkan hubungan sebab-akibat. Selain mampu menggunakan kata-kata seperti “mungkin” ataupun “seharusnya”.

Usia 6-9 tahun
Anak di rentang usia ini sangat ingin menghibur Anda dengan cerita-cerita mereka. Mereka memiliki imajinasi yang aktif dan kemampuan menambahkan unsur drama melalui aksi dan ekspresinya. Mereka gemar tertawa dan hobi membuat orang lain tertawa. Itulah mengapa lelucon menjadi salah satu bentuk hiburan yang mereka gemari.

Perbendaharaan kata mereka pun akan berkembang sejalan dengan kemampuan membaca. Bahkan untuk mengetahui betapa luasnya kosakata mereka, Anda mungkin harus mulai rajin-rajin membuka kamus bila ingin nyambung saat ngobrol dengannya.

Usia 10-12 tahun
Anak pada rentang usia ini sudah mampu belajar bagaimana seninya bercakap-cakap. Mereka punya cukup pengetahuan tentang dunia sekitar dan kosakata yang luas untuk menikmati percakapan yang menyenangkan dengan Anda. Jadi bukan hanya sebatas menyelesaikan tugas di sekolah.

Tak heran kalau waktu makan malam merupakan kesempatan yang sangat istimewa untuk menikmati perbicangan yang menyenangkan dengan ananda. Anda bisa memancing perbincangan dengan menanyakan hal-hal yang dialaminya sepanjang hari tadi.

Akan tetapi anak usia ini umumnya cenderung bermasalah dengan perilakunya yang kurang sopan dalam bertutur, semisal omong kasar atau bicara ketus. Meskipun Anda jadi bingung dibuatnya dan kadang terpancing marah, cobalah cari tahu ada apa di balik perilaku kurang sopan tadi.

Sangat mungkin hal tersebut muncul kala anak memiliki emosi yang kuat namun tak bisa mengekspresikannya secara wajar. Untuk memintanya agar tidak melakukan kekurangajaran semacam itu, tunggulah sampai ia tenang.

Gunakan strategi pesan diri (I-message ) untuk mengatakan pada buah hati Anda bagaimana kata-kata kasarnya membuat Anda merasa tersinggung. Kemudian mintalah ia untuk memosisikan dirinya jika diperlakukan seperti itu. Selanjutnya barulah tanyakan apa yang bisa ia lakukan sebagai penggantinya. Tawarkan sejumlah saran kemudian setujui satu solusi terbaik.