Senin, 30 Januari 2012

Story Puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan


Postingan dengan tema story Puding (cerita seputar pernikahan). Namun di sini saya tidak ingin bercerita tentang pernikahan kami. Walau memori indah masa-masa awal pernikahan kami akan selalu menjadi kenangan manis, dan hari ini masih tetap manis..mudah-mudahan ke depan akan lebih manis..:) Amin..Yaa Rabb
Kali ini saya akan bercerita tentang pernikahan kawan kami, yang saya pikir cukup "seru" untuk diceritakan..

Bismillah..
Awalnya, saya tidak pernah berpikir apapun tentang pernikahan mereka. Semuanya terlihat baik-baik saja, mereka terlihat begitu bahagia -karena memang mereka bahagia pada saat itu- tapi ternyata mereka menyimpan suatu cerita di awal kisah cinta mereka...
Sebut saja, si lelaki bernama Yusran, dan si wanita bernama Bunga... (kedua nama disamarkan)
Yusran adalah seorang "ikhwah" (baca: pemuda yang paham agama), bekerja sebagai praktisi kesehatan yang kebetulan pernah bertempat tugas yang sama dengan suamiku bekerja.
Sedangkan Bunga, gadis tamatan SMA, pemahaman agamanya pun biasa-biasa saja, tapi insya Allah termasuk gadis yang baik..
Mereka tidak saling mengenal, Yusran secara tidak sengaja melihat Bunga yang ternyata termasuk keluarga dari seorang ustadz yang cukup dekat dengannya.
Dalam hati, Yusran menyimpan keinginan untuk melamar sang Gadis guna menyempurnakan setengah dari ad-dien ini. Dan niat itu disampaikannya ke Ustadz.... Dan ustadz-lah yang menjadi perantara bagi mereka berdua..
Singkat kata..mereka pun menikah.. Saya pun hadir di pernikahan mereka.
Pernikahannya sederhana dengan tata cara islam (baca: mempelai dan undangan pria dan wanita terpisah).
Hal yang tak terduga, ternyata walaupun kedua orang tuanya menerima lamaran Yusran, ternyata mereka memendam ketidak setujuan terhadap pernikahan keduanya..
Dan menyedihkannya, kedua orang tuanya berniat memisahkan mereka berdua.. setelah mereka sudah diikrarkan sebagai suami istri...dengan alasan mereka tidak terima tata cara pernikahannya yang tidak bersanding.. Ditambah lagi, Bunga mulai sedikit demi sedikit nampak keinginannya menutup auratnya dengan sempurna.
Sang orangtua khawatir, Bunga akan terpengaruh pada suaminya. Mungkin mereka berprasangka Yusran memiliki pemahaman sesat.. (padahal kami tahu sekali Yusron sangat jauh dari hal itu)..
Yang jadi pertanyaan, "Kenapa tidak dari dulu mereka menolaknya???". Pertanyaan yang sama yang Bunga lontarkan kepada orang tuanya saat itu..
Yusran pun di usir dari rumah mertua, meninggalkan isterinya yang baru saja dinikahinya.. Padahal seharusnya mereka merasakan "honey moon" seperti umumnya pengantin baru...
Tapi qadarullah, kesabaran Yusran diuji. Dia hanya bisa mengatakan kepada mertuanya, "Apa salah saya??"
Akhirnya Yusran meninggalkan rumah itu, Bunga juga tidak bisa melakukan apa-apa...
Sampai pada saat klimaks, mereka berdua disuruh bercerai, namun Alhamdulillah, pada saat proses mediasi di pengadilan, terbukti bahwa mereka berdua tidak memiliki keinginan untuk berpisah.
Yusran hanya berkata, "Saya mencintai istri saya, apa salah saya??"
Dua kali proses pengadilan, belum ada titik temu...
Yusron pun masih teguh pendiriannya untuk mempertahankan bunga sebagai istrinya...
Hal itu juga sebenarnya yang menjadikan Bunga luluh.
Saya teringat waktu dia bercerita kepadaku, "Awalnya sebenarnya saya pasrah pada orang tua, mengingat mama sempat sakit, saya bilang "Ya Sudahlah". Dalam hati saya juga berkata kami kan memang belum saling mengenal, jadi belum cinta"... Saya memperhatikan dia bercerita dengan serius.
"Tapi, karena melihat keteguhannya untuk mempertahankan saya. Padahal saya pikir toh masih ada wanita lain, tapi kenapa dia begitu teguh pendiriannya mempertahankan saya. Dari situlah ada "rasa"...." lanjutnya..
Saya tersenyum mendengarnya...subhanallah...Allah telah menghadirkan kasih sayang di antara keduanya.
Alhamdulillah, ada seorang tante dari pihak Bunga yang menyetujui pernikahan keduanya, dan menginginkan mereka tetap bersatu.
Melalui perantara dialah mereka berdua bisa berkomunikasi..
Sampai suatu saat, Yusron mengambil keputusan nekat untuk "menculik" isterinya.. (seru bukan.. suami menculik isterinya sendiri)..
Akhirnya rencana disusun, mereka janjian untuk bertemu di wartel terdekat.
Bunga juga "terpaksa" melepaskan jilbabnya (memang pada saat itu istilahnya masih "bongkar pasang").
Karena kalau pakai jilbab, ketahuan kalau dia mau kemana-mana..
Mereka bertemu, dan jadilah Yusran berhasil "menculik" isterinya dengan bermodal motor pinjaman (karena memang waktu itu beliau belum punya motor)
Yusron membawa isterinya ke rumah teman sesama staff di tempatnya bertugas.. Disana Bunga diberi jilbab dan mereka berdua dikurung di kamar. Sampai-sampai diberi makan lewat jendela .. (seru ya!!)
Hp Bunga dimatikan, orang tua Bunga bingung mencari putrinya..
Sampai-sampai mendatangi rumah ustadz yang menjadi perantara pernikahan dulu, sambil memohon-mohon agar putrinya dikembalikan.
Padahal, ustadz sendiri tak tahu apa-apa (karena memang tidak diberi tahu)...
Beberapa hari kemudian, Bunga mengaktifkan hp-nya, serentetan pesan sudah memenuhi inbox-nya.
Akhirnya Bunga berkomunikasi dengan orang tuanya dan berjanji akan pulang tapi dengan syarat mereka berdua tidak dipisahkan lagi..
End of story :
Mereka akhirnya bisa diterima sebagai sepasang suami isteri, orang tua Bunga sudah tidak mau mengungkit kejadian yang lalu.

Mereka kini dikaruniai seorang anak perempuan lucu dan aktif.

Oh iya, ingat motor pinjaman tadi??
Akhirnya, motor tersebut berhasil dibeli oleh Yusron (pemiliknya ingin melanjutkan pendidikan) dengan hasil keringatnya sendiri, sebagai saksi bisu "drama penculikan isterinya" untuk memperjuangkan cinta mereka..

Alhamdulillah, Bunga juga sekarang mulai menutup auratnya, sedikit demi sedikit mendekati sempurna.
Yusran akhirnya bisa memperlihatkan bahwa insya Allah, dia adalah lelaki yang pantas mendampingi Bunga,,
Subhanallah...
Saya hanya bisa berkata, seperti cerita sinetron, tapi walaupun disinetronkan akan menjadi cerita yang membosankan dan biasa-biasa saja.
Namun karena ini adalah Kisah Nyata (true story), menjadikan kisah ini menjadi luaarrr biasa.....
Ada pertanyaan di awal kisah tadi "Kenapa tidak dari dulu??". Itu karena rencana Allah mempertemukan mereka.  Jodoh ada di tangannya. Selalu ada hikmah dibaliknya. Dan yang paling tahu tentang hkmahnya, tentu mereka berdua .
Hikmah yang dapat kupetik dari kisah ini :
  • Rencana Allah pasti indah
  • Allah ingin melihat sampai di mana usaha kita, Yusran memperjuangkan cinta yang halal baginya
  • Inna ma'al Usri Yusraa  (setelah kesulitan PASTI ada kemudahan)
  • Menikah tanpa pacaran.. Why not??
Bagaimana dengan anda?? 
 
*dari blog ummu abdillah*

0 komentar:

Posting Komentar