Selasa, 05 Juli 2011

DUHAI...PARA UKHTI - UKHTI Qu Sayanggg....

Ini adalah sepucuk surat buat segenap wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Buat segenap wanita… baik sebagai ibu, gadis, istri maupun sebagai anak…yang oleh Allah Ta’ala telah diberi amanah memelihara tangung jawabnya masing-masing… niscaya di hari kiamat kelak akan menanyakan apa yang menjadi tangggung jawab kita semua.


Buat segenap remaja putri yang mengimani Allah… buat siapa saja yang hari ini menjadi remaja putri… kemudian esok bakal menjadi istri dan selanjutnya menjadi ibu.


Wahai wanita… bacalah dan jangan terperdaya. Kita hidup di zaman dimana kehinaan telah menguasai keutamaan. Karena itu berhati-hatilah terhadap mode-mode busana menyolok para wanita telanjang, mode-mode yang menjadi salah satu penyebab kejahatan dan kerusakan.


Wahai wanita… janganlah kita terperdaya oleh para dajjal, turis-turis yang menyerukan tabarruj dan buka-bukaan. Mereka adalah musuh-musuh kita wahai putri Islam-khususnya- dan musuh para kaum muslimin pada umumnya.



Wahai wanita… sebenarnya Alloh telah menurunkan ayat-ayatNya yang telah jelas, supaya dengan melaksanakan tuntunan-tuntunan syari’at yang ada di dalamnya, engkau menjadi terpelihara dan tersucikan dari kotoran-kotoran jahiliyah yang hari ini, musuh-musuh Islam, para penyeru kebebasan, berusaha keras untuk sekali lagi mengembalikan kaum wanita ke abad jahiliyah dengan bersembunyi di bawah cover Peradaban, Modernisasi dan Kebebasan.



Namun sebenarnya orang-orang itu lupa dan tidak pernah memperhatikan bahwa wanita muslimah tidak mungkin akan dapat menerima pembebasan dirinya, lepas dari pengabdiannya kepada rabb-Nya untuk kemudian jatuh menjadi mangsa bagi budak-budak tentara iblis.


Wahai putri Islam…para penyeru tabarruj dan buka-bukaan amat berambisi untuk melepaskan hijab kita, mereka berlomba-lomba ingin mengeluarkan kita dari rumah-rumah kita dengan dalih emansipasi.


Sayang seribu kali sayang, ternyata banyak wanita yang telah keluar rumah dengan pakaian yang menampakan ketelanjangannya (berpakaian tapi telanjang). Mereka berjalan berlenggak-lenggok, sanggul kepalanya seperti punuk onta, menggugah kelelakian kaum lelaki dan membangkitkan letupan-letupan nafsu birahi yang mestinya terpendam..jauh di dasar lautan birahi.


Wahai wanita… janganlah kita tertipu dengan semboyan peradaban yang sebenarnya hanya akan menjajakan wanita sebagai barang dagangan yang ditawarkan kepada siapa saja yang menghendakinya. Jangan pula kita tertipu dengan tipu daya yang tak tahu malu.

Akankah Pada busana sebatas lutut , kita bergegas?


Demi Allah, sungai manakah yang kan kita seberangi ?

Ooo sangatlah kita malu terhadap pandangan-pandangan mata itu ?

Aduhai wanita… ! bacalah dan jangan terperdaya! Malukah kita untuk bertaqwa dan berbusana taqwa kepada Allah SWT? Sementara kita tiada malu untuk bertabarruj dan buka-bukaan ?

Wahai wanita…, adakah akan merugikan kita, penghinaan mereka itu selama kita berada di atas al haq ???


Wahai wanita… siapa yang kelak tertawa di akhirat niscaya dia akan banyak tertawa. Atau kita pernah berfikir bahwa Jilbab kita itu akan menghalangi kita untuk mendapatkan seorang suami?


Ingatlah , bahwa Allah telah menetapkan bagi wanita pasangannya masing-masing? Maka karena itu dengarkan firman-Nya: “Perempuan-perempuan buruk (jahat) untuk pasangan laki-laki yang buruk (jahat). Laki-laki yang buruk untuk pasangan perempuan-perempuan yang buruk pula. Dan perempuan-perempuan yang baik untuk pasangan laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk pasangan perempuan-prempauan yang baik.” (An Nur: 26)


Oleh sebab itu mestinya kita jangan ridha kecuali jika menjadi pedamping seorang suami yang baik, yang berpegang teguh pada ajaran diennya dan selalu merasa diawasi oleh Rabbnya.

Suami seperti inilah yang kita bakal merasa aman bagi jaminan hidup masa depan kita . Lihatlah! Di sana banyak sekali putri-putri sebangsa kita yang terjebak dalam tipu daya kehidupan Romantisme dan Cinta menyesatkan. Ternyata banyak di antara mereka kemudian gagal dalam menempuh jalan hidupnya…. Begitu tragis.

Tapi bagaimanakah kita sanggup berbusana seperti ini di tengah musim panas dan teriknya sengatan matahari ?


Wahai putri fitrah… sesungguhnya di dalam iman terdapat rasa manis bagi jiwa dan rasa tentram bagi dada. Kalau kita tahu bahwa neraka jahannam itu lebih panas niscaya segala rasa panas dunia akan, menjadi ringan bagi kita .


Ketahuilah, sungguh seringan-ringannya orang yang disiksa di neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah telapak kakinya diletakkan sepotong ‘bara’ dari api neraka, tetapi dari sepotong bara di bawah kakinya itu sanggub mendidihkan otaknya…


Waspadalah akan godaan-godaan syetan. Dengan demikain apakah gerangan yang menyebabkan kita berpaling dari seruan Allah?


Dunia dan perhiasannyakah …?


Atau adakah kita kini sedang bergembira ria dengan para pemuda dan dengan dunia kecantikan, seraya kita katakan: “Nantilah saya akan menutup aurat saya (berjilbab) kalau umurku sudah tua”


Ketahuilah ; “Apa-apa yang ada padamu dari suatu nikmat maka ia adalah datangnya dari Allah.”


(an Nahl: 53)


Mestinya kita wajib bersyukur kepada Allah dengan cara mentaati-Nya.

betapa banyak remaja yang hari-harinya penuh tawa…

padahal kain-kain kafan telah siap untuk membungkusnya


sedang ia tak mengira betapa banyak temanten putri dihias ‘tuk sang suami tiba-tiba nyawa melayang di malam taqdir.


Wahai wanita… kembalilah segera kepada nilai-nilai dan prinsip Islam, niscaya harga diri dan kehormatan kita akan terjaga di hadapan siapa saja. Angkatlah kemuliaan kita wahai wanita dengan cara menutup aurat dan berjilbab. Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk bisa melakukan apa yang dicintai dan diridahi-Nya. Akhirnya akau memohon pada Allah agar Ia menjadikan amalan kita ikhlas karena wajah-Nya…


salam persaudaraan


Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q. S : Al-Ahzab : 59)

0 komentar:

Posting Komentar