Jumat, 17 Juni 2011

AKU MAU SHOLAT

  Ini masih petikan opera singkat yang sederhana di sebuah ruang keluarga biasa. Tokohnya seorang ibu dan seorang anak berusia delapan tahun. Tidak ada hura2 kejadian luar biasa yang seperti wajib ada di senetron2 indonesia. Ini biasa saja, Sebuah dialog tenang dan nyaman yang di lakukan tanpa beban, Hanya wangi aroma cinta terhirup di sekeliling dialog mereka , harum.

                Si anak perempuan berkuncir dua itulah yang lebih dulu memulai. Si ibu menjawab sambil memainkan kedua  kuncir anaknya. Lalu, dialog pun lancar mengalir begitu hangat dan akrab sehingga membuat para ibu yang suka marah-marah mungkin akan merasa bersalah. Yang lebih dari itu semua Allah swt mendengarkan mereka  dengan bahagia.

”Bunda .mbak Tazkia sekarang udah nanggung dosa sendiri, dong??Kan udah baligh ya kan??
                
“ iya,kalau sudah baligh ya, iya,kenapa,Dik?


“emmm, jadi dosanya nggak di tanggung sama mamanya  lagi?

“emmm nggak,kan itu enaknya jadi orang islam. Setiap orang tidak menanggung dosa orang lain walaupun itu anaknya atau ibunya . Adilkan?

”Oh,jadi kalau masih kecil,kayak aku,dosanya siapa yang nanggung?

"kalau masih kecil, belum balig,ya kesalahannya udah ada,tapi belum di hitung,belum ada dosanya . enaknya ya, jadi anak kecil,?’’

"tapi, walaupunn masih kecil,kita bisa bilang sama allah, misalnya ni ya,,,,ada anak kecil, dia meninggal, terus dia masuk surga, dia ingat ibunya, terus dia minta sama allah supaya ibunya ikut masuk surga ,Gitu ,bisa?”

"O,iya bisa banget !yang begitu di berikan allah kepada anak yang sholih dan sholihah.”
                Si anak berfikir sejenak,kemudian berkata ,,”mmmm…Bunda        

“Dalem nak, sang ibu tersenyum dan mengelus sayang anaknya,

"Bunda, aku kan udah tau ya carannya pasang pempers dewasa.kalau nanti aku dah baligh.tau nggak, apa yang aku seneng kalau aku udah balig?’Matanya mengerjab-ngerjab seperti bintang.

“Apa ya? Hmmm..soal dipercaya kali, ya?kan udah gede atau hmmm apa ya?bisa jalan-jalan jauh? Atau…apa ya?

“he..he..Bunda,tapi jangan marah ya,janji ya?

“Ah adik, kayak bundanya sukanya marah-marah aja. Emang bunda suka marah?

“hmmm,,,suka juga sih,tapi ini jujur lho,Bunda suka marah ,tapi kalau anaknya keterlaluan,iya kan?

Ibu tersebut mencubi tpipi anaknya dengan gemas,lalu berkata “Oke deh, kalau bunda keterlaluan ,maafin juga ya dik?
Mereka saling berpelukan.

“O, ya, tadi apa yang enak,kalau adik udah balig?

Sambil merapatkan badan di pangkuan ibunya, anak tersebut berkata,

”he,he,he,enaknya kita bisa nggak shalat! He,he,he, Bunda ndak marah,kan?

sang ibu mesem pahit “iya juga ya dik, he,he,he, susah ya dik sholat terus?”enggak susah, Cuma gimana gitu.rasanya suka males!padahal kalau udah shalat rasanya  lebih enak,lho!Misalnya main sama temen-temen ,jadi ndak cepet marah, teruskalau habis wudlu jadi seger banget , ya kan bunda?Bunda juga kan ? terus,,hmm bisa doain orang tua yang lama, yak an ? soalnya kalau doain orang tua yang lagi ndak shalat suka males lama-lama .iya kan?Tapi kalau pas lagi sholat nggak apa-apa shalatnya Cuma baca satu ayat aja abis fatihah, tapi doain orang tua yang lama , bagus kan ? o ya, tetapi mengapa kita sering males sholat ya, Bunda?Bunda suka males nggak/?”mulutnya melongo-mlongo,di moyong-moyongkan.

                “Hi,hi,hi.kamu itu nyerocos kayak air gitu,lucu deh kamu. Dik!he,he,he,,soal males .samalah.Bunda dan orang-orang dewasa lain juga suka di goda males, tapi kami kan udah dewasa,jadi udah lebih kenal sama Allah.” Jawab ibu tersebut sambil menatap langit-langit, mengenangkan saat-saat mesra dengan Allah

                “Oh, jadi kalau kita udah kenal sama allah kita nggak males-malesan lagi ya?”si anak terkejut.

Si ibu berbalik badan dan menghadapkan wajah ke anaknya,tanda serius. “Beneran nih? Sang anak excited.

“Bener ,sungguh ,wallah! Ibu itu senyum  manis dan wajahnya lebih dekat lagi ke wajah anaknya. “jadi . Allah itu baik sekali ya,nungguin kita sampe tua banget,belum kenal juga Allah tetep nunggu?”

                “Tetep kan yang bisa begitu Cuma allah,karena dia memang Allah,Allah sayang banget sama kita,”si ibu berbisik halus sambil mengenang kebaikan Allah.

                 “Tapi kalau udah kenal deket dari milai seumur adik, lebih oke lagi dong pastinya!

                “hmmm aku suka sama Allah, aku juga udah bisa ngerasa. Allah baik,baik banget lagi,Bunda. Ya kan . Allah sangat baik dan paling baik,”si anak  merenung sendiri lagi dan beberapa saat kemudian, :Aku mau shalat, Ah.”                                                                                                          
                                                                                                            Sumber : catatan Neno Warisman

0 komentar:

Posting Komentar