Jumat, 17 Juni 2011

Rapor Merah

Sungguh hati kita sangat tidak nyaman  menerima rapor anak kita dengan beberapa nilai di bawah standar minimal. Ketidak nyamanan tersebut disebabkan oleh rasa kecewa atas nilai-nilai tersebut dan sedikit rasa malu,saat gurunya menunjukkan nilai tersebut kepada kita. Akan tetapi sebenarnya putra-putri kita yang mendapatkan nilai-nilai tersebut merasa lebih tidak nyaman dari pada kita,. Mendapatkan nilai kurang baik itu sendiri membuatnya tidak nyaman. Mereka juga tidak nyaman saat akan menghadapi respons kedua orang tua nya. Mereka sendiri mungkin merasa malu kepada teman2 yang mendapatkan nilai lebih baik dari pada dirinya.

                 Diantara kedua ketidaknyamanan tersebut,yaitu rasa tidak nyaman orang tua dan rasa tidak nyaman anak, sebenarnya ada hal yang lebih penting untuk di bicarakan yaitu manajemen respons orang tua kepada anak terhadap nilai2 tersebut . Jenis respons yang diambil orang tua terhadap nilai2 tersebut sangat menentukan positif  atau negatifnya pengaruh setiap nilai terhadap pendidikan anak. Beberapa orang tua menganggap bahwa nilai merah adalah hal buruk yang harus di hindari putra mereka.Dengan pemahaman seperti  ini,orang tua akan cenderung menuntut dan bersikap menyalahkan anak jika terdapat nilai merah pada rapornya.Orang tua yang memiliki pandangan berbeda bahwa nilai merah adalah hal yang sangat wajar dan bukan merupakan sebuh kesalahan. Dengan pandangan seperti ini orang tua cenderug lebih menerima  nilai anak dan menganggapnya sangata wajar.

                Ada dua hal yang terkait dengan tanggapan anak atas respons kita yang juga perlu dipertimbangkan.Pertama adalah penerimaan yaitu kita sebagai orang tua harus menerima bahwa nilai merah tersebut adalah sebuah keniscayaan di dalam hidup, bukan merupakan sebuah dosa. Kedua adalan Na ach atau kebutuhan berprestasi. Seorang anak perlu mendapatkan tuntutan dari dirinya sendiri dan orang lain untuk mendapatkan nilai yang baik. Kemampuan kita sebagai orang tua untuk menyeimbangan antara penerimaan tulus terhadap nilai merah dan membangun tuntutan., baik internal maupun eksternal kepada anak untuk mendapatkan nilai yang baik adalah sebuah kunci keberhasilan kita. Sebagai contoh, Seorang anak yang mendapatkan nilai buruk kemudian ia begitu gelisah bahkan hingga mengalami strees berat. Mungkin hal itu di akibatkan orang tua atau lingkungan sekelilingnya kurang dapat menerima nilai kurang baik tersbut dengan tulus karena tuntutan N ach dari orang tua atau lingkungan sekelilingnya terlalu tinggi, Disinilah peran orang tua untuk membangun suasana sehingga mereka sendiri maupun dari lingkungan dapat menerima keadaan ini dengan lebih tulus.

                Contoh lain adalah seorang anak yang mendapatkan nilai buruk, tetapi begitu nyaman dengan kondisinya. Ia tidak memiliki perasaan bersalah. Mungkin hal itu diakibatkan oleh toleransi yang terlalu besar dari orang tua dan lingkungan sekelilingnya, serta N ach yang terlalu rendah. Ia merasakan tidak adanya tidak adanya tuntutan dari orang tuanya dan lingkungannya untuk meningkatkan  prestasinya peran orang tua dalam konteks ini adalah tetap menerima bahwa nilai kecil adalah hal yang wajar sehingga memunculkan keinginan berprestasi anak untuk meraih nilai yang baik setahap

                  Terlepas dari beberapa pandangan yang berbeda tersebut ada beberapa hal yang harus di perhatikan orang tua sat menghadapi rapor putra-putrinya .

1.amati dengan seksama rapor putra putri kita baik yang berbentuk kualitatif maupun kuantitatif. Hindarkan sikap tergesa-gesa untuk memberi komentar ,apalagi meelkukan reaksi terhadap nilai-nilai yang kurang baik.

2. Mulailah merespons dari nilai2 yang baik dengan member pujian dan ucapan terima kasih atas prestasinya.

3. Hindari membanding – bandingkan rapor putra kita dengan rapor temannya dan tidak menganggap penting peringkat(rangking) yang ada di sekolah. Setiap anak memiliki keunikan dan keunggulan masing2. Dorong anak kita untuk berprestasi. Jika terpaksa,kita dapat membandingkan nilai yang di perolehnya sekarang dengan nilai yang didapatnya pada ujian yang lalu.

4. Menghadapi setiap nilai yang di peroleh anak, baik tinggi maupun rendah. Tawaran bantuan kepada anak untuk meningkatkan nilainya.

5. Beberapa anak perlu di bantu untuk memahami arti sebuah nilai supaya mereka dapat menimbang hubungan antara usaha yang mereka keluarkan dan nilai mereka dapat.

 6.semua sikap harus bersandar pada paradigm bahwav nilai baik dan nilai buruk adalah wajar dan bukan merupakan kesalahan. Cara orang tua merespons itulah yang lebih penting.

“”Kadang manusia berhasil karena kegagalannya dan kadang manusia gagal karena keberhasilannya.””

0 komentar:

Posting Komentar